Jawaban singkat: Pengumuman biaya admin Shopee Januari 2026 menyebut struktur biaya administrasi untuk setiap kategori produk akan disesuaikan, menurut Katadata (9 Desember 2025). Penyesuaian berlaku bagi penjual Non-Star, Star dan Star+, serta Shopee Mall, dengan rincian per kategori di Seller Center. Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyatakan isu biaya admin sedang dibahas bersama pemerintah.
Pengumuman biaya admin Shopee untuk Januari 2026 mulai diberitakan sejak awal Desember 2025. Kontan melaporkan perubahan tarif tersebut pada 3 Desember 2025, disusul Katadata pada 9 Desember 2025 yang mengutip laman resmi Shopee. Pengumuman ini datang setelah serangkaian penyesuaian biaya penjual di beberapa marketplace sepanjang 2025, dan mendapat tanggapan dari idEA.
Detail pengumuman biaya admin Shopee Januari 2026
Mengutip laman resmi Shopee, Katadata menuliskan: “Mulai Januari 2026, struktur biaya untuk setiap kategori produk akan mengalami penyesuaian.” Daftar biaya dalam laporan itu dibagi untuk penjual Non-Star dan Star/Star+, serta untuk penjual Shopee Mall.
Katadata juga mencatat bahwa Biaya Proses Pesanan Rp1.250 per pesanan selesai tetap dikenakan terpisah dari biaya administrasi. Dengan demikian, penjual Shopee pada 2026 menghadapi setidaknya dua komponen biaya platform: persentase biaya administrasi sesuai kategori dan biaya tetap per pesanan.
Per 11 Desember 2025, besaran persentase per kategori yang beredar di media belum seragam. Laporan Kontan (3 Desember) dan Katadata (9 Desember) memuat angka dengan rentang dan pengelompokan kategori yang berbeda. Karena itu, angka per kategori perlu dibaca langsung dari pemberitahuan Shopee di Seller Center, bukan dari ringkasan pihak ketiga.
Apa yang belum diketahui?
Sampai 11 Desember 2025, beberapa hal belum dapat dipastikan dari pemberitaan yang tersedia.
- Persentase per kategori. Dua media memuat angka yang berbeda, sehingga rujukan yang dapat dipegang hanya pemberitahuan resmi Shopee kepada penjual.
- Tanggal penerapan. Pemberitaan menyebut “mulai Januari 2026” tanpa menyebut tanggal harinya.
- Hasil pembahasan dengan pemerintah. idEA menyatakan isu biaya admin sedang dibahas bersama kementerian terkait, tetapi belum ada keputusan yang diumumkan.
Penjual yang menemukan perbedaan antara pemberitaan dan isi Seller Center perlu berpegang pada informasi di Seller Center atau menghubungi layanan penjual Shopee.
Kronologi biaya penjual marketplace 2025
Pengumuman Shopee merupakan perubahan biaya penjual kesekian di marketplace besar sepanjang 2025. Tabel berikut merangkum perubahan yang dilaporkan media.
| Berlaku | Marketplace | Perubahan | Dilaporkan |
|---|---|---|---|
| 20 Juli 2025 | Shopee | Biaya Proses Pesanan Rp1.250 per transaksi selesai, untuk semua tipe penjual | Katadata, 24 Juni 2025 |
| 11 Agustus 2025 | Tokopedia dan TikTok Shop | Biaya pemrosesan Rp1.250 per pesanan yang berhasil terkirim | Fortune Indonesia, 5 Agustus 2025 |
| 1 Oktober 2025 | Tokopedia | Kenaikan komisi penjual kategori Mall | Katadata, 25 September 2025 |
| Januari 2026 | Shopee | Penyesuaian struktur biaya administrasi per kategori produk | Kontan 3 Desember dan Katadata 9 Desember 2025 |
Untuk komisi Tokopedia Mall, Katadata memberi contoh kategori Elektronik yang berubah dari rentang 1% sampai 8,5% menjadi 2,5% sampai 10,2%. Latar belakang setiap perubahan dibahas dalam ulasan Biaya Proses Pesanan Shopee Rp1.250, biaya Rp1.250 di Tokopedia dan TikTok Shop, dan kenaikan komisi Tokopedia Mall.
Tanggapan pihak terkait
Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menanggapi kenaikan biaya administrasi di sejumlah marketplace pada 9 Desember 2025 di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital. Ketua Umum idEA Hilmi Adrianto, seperti dikutip Katadata, menyatakan: “Masing-masing marketplace pastinya memiliki perhitungan sendiri. Tujuannya, untuk mencapai bisnis yang berkelanjutan.”
Hilmi juga menyampaikan bahwa persoalan ini sedang dibahas bersama pemerintah. “Ini sedang kita bahas agar prosesnya tidak mencederai UMKM,” ujarnya, seperti dilaporkan Investortrust. Menurut Katadata, idEA membahas persoalan tersebut dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM. Bisnis.com memuat respons idEA itu pada 10 Desember 2025.
Sebelumnya, saat Tokopedia dan TikTok Shop mengumumkan biaya Rp1.250 per pesanan pada Agustus 2025, Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan menilai nominal tersebut relatif kecil bagi penjual, menurut Fortune Indonesia.
Apa artinya bagi penjual online?
Bagi penjual Shopee, biaya per pesanan mulai Januari 2026 berpotensi berbeda dari yang berlaku saat ini, tergantung kategori produk dan tipe penjual. Karena biaya administrasi dihitung sebagai persentase per kategori, dampaknya terasa lebih besar pada produk bermargin tipis. Secara aritmetika, setiap tambahan 1 poin persentase pada produk seharga Rp100.000 menambah biaya Rp1.000 per pesanan, sebelum biaya lain diperhitungkan.
Biaya tetap per pesanan juga perlu dihitung bersama. Sebagai ilustrasi, biaya Rp1.250 setara 2,5% dari produk seharga Rp50.000, tetapi hanya 0,25% dari produk seharga Rp500.000. Penjual produk berharga rendah merasakan beban biaya tetap lebih besar dibanding penjual produk berharga tinggi.
Penjual yang aktif di beberapa marketplace sekaligus kini menghadapi struktur biaya yang berbeda di setiap platform, dengan tanggal berlaku yang juga berbeda. Waktu antara pengumuman dan Januari 2026 relatif singkat dan bertepatan dengan Harbolnas serta libur akhir tahun.
Apa yang perlu disiapkan?
Beberapa langkah yang dapat dilakukan penjual sebelum Januari 2026:
- Membaca pemberitahuan resmi Shopee di Seller Center dan mencatat persentase biaya untuk kategori setiap produk.
- Menyusun simulasi margin per produk yang memasukkan biaya administrasi baru, Biaya Proses Pesanan Rp1.250, biaya kemasan, dan subsidi ongkir bila ada.
- Mendahulukan produk terlaris dan produk bermargin tipis dalam simulasi.
- Membandingkan struktur biaya di marketplace lain bagi penjual yang berjualan di beberapa platform.
- Memantau pengumuman lanjutan, termasuk hasil pembahasan idEA dengan pemerintah.
- Menyimpan salinan pemberitahuan Shopee yang diterima, beserta tanggalnya, sebagai rujukan saat menghitung ulang harga.
Bagi penjual yang juga melayani pesanan di luar marketplace, misalnya lewat media sosial atau toko sendiri, biaya administrasi platform tidak berlaku pada pesanan tersebut. Perbedaan struktur biaya antarkanal ini dapat dipertimbangkan saat menyusun harga per kanal.
Kebijakan biaya marketplace dapat berubah sewaktu-waktu. Rincian yang berlaku perlu dicek ulang di Seller Center sebelum harga jual diubah.