Jawaban singkat: Nama pengirim dropship di label umumnya diisi nama toko dropshipper, bukan nama supplier, supaya pembeli mengenali toko tempat ia membeli. Nomor kontak dan alamat retur juga perlu disepakati tertulis dengan supplier sejak awal, karena keduanya menentukan siapa yang dihubungi kurir dan ke mana paket kembali bila gagal kirim.
Dropshipper adalah penjual yang menjual tanpa menyimpan stok: pesanan diteruskan ke supplier, lalu supplier yang mengemas dan mengirim. Masalahnya sering muncul di label. Pembeli membeli dari tokomu, sebut saja “Toko Kirana”, tetapi paket datang atas nama gudang yang tidak pernah ia dengar. Kalau kamu baru mulai, alur dasarnya ada di cara jadi dropshipper pemula. Di sini fokusnya satu hal yang sering terlewat: data pengirim.
Nama pengirim dropship apa yang sebaiknya ditulis?
Pakai nama toko dropshipper, karena itu nama yang pembeli ingat saat membayar. Nama supplier di label sering membuat pembeli mengira paketnya salah kirim, atau malah menghubungi supplier langsung.
Tabel berikut membandingkan tiga pilihan yang paling sering dipakai.
| Nama pengirim | Kelebihan | Risiko |
|---|---|---|
| Nama toko dropshipper | Sama dengan nama yang dilihat pembeli saat membeli | Perlu nomor kontak toko yang benar-benar aktif |
| Nama supplier atau gudang | Paling mudah bagi supplier | Pembeli bingung dan bisa menghubungi supplier langsung |
| Nama pribadi dropshipper | Mudah dikenali saat kurir menelepon | Mencampur urusan pribadi dengan toko |
Label pengiriman memuat tiga data pengirim: nama, nomor kontak, dan alamat. Nama dan nomor sebaiknya milik toko, sedangkan alamat mengikuti kesepakatan retur yang dibahas di bawah. Kalau pesanan berasal dari marketplace, sebagian platform menyediakan opsi dropship untuk mengisi nama dan nomor pengirim sendiri. Nama fitur dan syaratnya berbeda tiap platform, jadi cek di Pusat Bantuan marketplace yang kamu pakai. Aturan dasar menulis label ada di cara membuat label pengiriman paket.
Bagaimana cara menyepakati label dengan supplier?
Kesepakatan label sebaiknya dibuat sebelum pesanan pertama dikirim, bukan setelah ada pembeli yang bingung. Urutan berikut bisa kamu bahas dengan supplier dalam satu percakapan.
- Tentukan nama pengirim yang dipakai dan kirim ejaannya persis, termasuk huruf besar dan spasi.
- Berikan nomor kontak toko yang aktif di jam kerja kurir, lalu minta supplier tidak menulis nomornya sendiri.
- Sepakati alamat retur, apakah gudang supplier atau alamatmu.
- Minta supplier tidak menyertakan nota, katalog, atau kartu nama yang memuat harga modal dan identitas gudang.
- Minta foto paket sebelum dikirim serta foto label dan nomor resi (disebut juga AWB), dikirim ke kamu lewat chat.
- Tetapkan batas waktu pengiriman nomor resi dan batas waktu supplier menjawab komplain.
- Uji dengan satu pesanan contoh ke alamatmu sendiri, lalu periksa label dan isi paketnya.
Langkah ketujuh sering dianggap merepotkan, padahal dari situ kamu melihat sendiri apa yang diterima pembeli: ejaan nama toko, nomor yang tercetak, sampai selebaran yang ikut terselip.
Siapa yang menangani retur dan paket gagal kirim?
Paket yang gagal kirim umumnya dikembalikan ke alamat pengirim di label. Jadi alamat itulah yang menentukan siapa yang menerima paket retur, dan siapa yang menanggung ongkos kirim (ongkir) pengembaliannya harus disepakati sebelum kasusnya terjadi.
Retur ke gudang supplier lebih praktis karena barang langsung kembali ke stok. Kekurangannya, kamu bergantung pada laporan supplier soal kondisi barang. Retur ke alamatmu memberi kendali penuh, tetapi kamu perlu mengirim balik barang ke supplier bila ingin dijual lagi.
Pembagian berikut hanya saran praktik, bukan ketentuan resmi kurir atau marketplace.
| Kasus | Penyebab umum | Usulan penanggung biaya |
|---|---|---|
| Salah kirim barang atau varian | Kesalahan saat pengemasan | Supplier |
| Gagal kirim karena alamat tidak lengkap | Data pesanan dari pembeli atau dropshipper | Dropshipper, lalu dibicarakan dengan pembeli |
| Barang rusak di perjalanan | Packing atau penanganan selama pengiriman | Sesuai kesepakatan, ajukan klaim ke kurir bila memenuhi syarat |
| Pembeli berubah pikiran | Bukan kesalahan pengiriman | Mengikuti kebijakan retur toko |
Untuk pesanan marketplace, alur retur mengikuti ketentuan platform masing-masing. Cek ulang di Seller Center atau kanal resmi kurir sebelum mengirim.
Contoh kesepakatan tertulis sederhana
Kesepakatan ini cukup berupa poin-poin di chat yang disetujui kedua pihak, bukan dokumen hukum. Yang penting, poinnya jelas dan mudah dicari lagi saat ada masalah.
Contoh isinya:
- Nama pengirim: Toko Kirana (contoh), ditulis persis seperti ini.
- Nomor kontak: nomor toko milik dropshipper.
- Alamat retur: gudang supplier, dengan foto kondisi barang dikirim saat paket retur diterima.
- Isi paket: hanya produk dan kemasannya, tanpa nota harga dan tanpa kartu nama supplier.
- Bukti kirim: foto paket dan foto label dikirim pada hari yang sama dengan pengiriman.
- Ongkir retur: salah kirim ditanggung supplier, alamat tidak lengkap ditanggung dropshipper.
- Komplain: supplier menjawab paling lambat satu hari kerja setelah dihubungi.
Angka dan pembagian di atas hanya contoh. Sesuaikan dengan volume pesanan dan kebiasaan supplier yang kamu ajak kerja sama.
Kesalahan yang sering terjadi
Kebanyakan komplain dropship bukan soal barang, melainkan soal informasi yang bocor atau tidak sinkron. Ini yang paling sering terjadi:
- Nomor HP supplier tercetak di label. Pembeli bisa menghubungi supplier langsung untuk pesanan berikutnya.
- Nota dengan harga modal ikut terkirim. Pembeli merasa dirugikan begitu melihat selisih harganya.
- Nama toko di label berbeda dengan nama di marketplace atau Instagram. Pembeli mengira paket itu bukan pesanannya.
- Nomor kontak tidak aktif. Kurir yang kesulitan menemukan alamat tidak bisa menghubungi siapa pun, lalu paket dikembalikan.
- Resi baru dikirim supplier keesokan harinya. Pembeli keburu bertanya dan kamu tidak punya jawaban.
Untuk kesalahan terakhir, biasakan memantau resi sendiri. Resi J&T Express dan AnterAja bisa kamu lacak di cek resi OngkirHub tanpa daftar, lalu bagikan link hasil lacaknya ke pembeli. Link itu berlaku 3 hari, jadi sertakan juga nomor resinya. Resi kurir lain dicek lewat situs atau aplikasi resmi kurirnya.
Intinya
- Tulis nama toko dropshipper sebagai pengirim, dengan nomor kontak toko yang aktif.
- Alamat di label menentukan ke mana paket gagal kirim kembali, jadi sepakati alamat retur sejak awal.
- Buat kesepakatan tertulis sederhana soal isi paket, bukti kirim, ongkir retur, dan waktu respons.
- Uji satu pesanan contoh dan pantau resi sendiri supaya kamu tahu kondisi paket lebih dulu daripada pembeli.