Jawaban singkat: Cara membuat label pengiriman yang jelas: cantumkan nama dan nomor HP pengirim serta penerima, alamat penerima lengkap sampai kelurahan, kecamatan, kota atau kabupaten, provinsi, dan kode pos, lalu isi paket dan catatan singkat. Tulis dengan tinta tahan air atau cetak, kemudian tempel rata di sisi terbesar paket tanpa menutup lipatan.

Label pengiriman adalah lembar yang dibaca petugas di banyak tahap, dari gerai, gudang sortir, sampai kurir yang mengetuk pintu pembeli. Satu angka kode pos yang keliru atau nomor HP yang kurang satu digit bisa membuat paket tertahan atau salah antar. Panduan ini untuk penjual yang mengirim lewat gerai kurir dan menyiapkan labelnya sendiri, ditulis tangan maupun dicetak.

Di gerai, petugas umumnya memasukkan data pengirim dan penerima ke sistem lalu menempelkan resi cetak, atau AWB, di paket. Label buatanmu tetap penting: data di dalamnya membantu petugas mengisi sistem dengan benar, dan label itu juga menjadi cadangan bila resi rusak di perjalanan.

Apa saja yang wajib ada di label pengiriman?

Isi label sebaiknya menjawab tiga pertanyaan petugas: paket ini untuk siapa, diantar ke mana, dan dikembalikan ke siapa bila gagal. Daftar di bawah bukan format resmi kurir, tetapi data inilah yang biasanya ditanyakan di gerai. Semua contoh isian bersifat fiktif.

Data Contoh isian (fiktif) Kenapa penting
Nama penerima Penerima Contoh Kurir memastikan paket diterima orang yang tepat
Nomor HP penerima 08xx-xxxx-xxxx Kurir bisa menelepon saat alamat sulit ditemukan
Jalan, nomor rumah, RT/RW Jl. Contoh No. 1, RT 01/RW 02 Menentukan titik antar terakhir
Kelurahan dan kecamatan Kelurahan Contoh, Kecamatan Contoh Dipakai untuk sortir ke wilayah antar
Kota atau kabupaten, provinsi, kode pos Kota Contoh, Provinsi Contoh, 00000 Mencegah paket masuk ke kota bernama mirip
Nama dan nomor HP pengirim Toko Contoh, 08xx-xxxx-xxxx Paket bisa dikembalikan bila gagal antar
Isi paket 2 mug keramik Membantu pemeriksaan dan cara penanganan
Catatan Hati-hati, pecah belah Peringatan untuk petugas sortir dan kurir

Kalau kamu menjalankan dropship, label dibuat pemasok, dan nama yang tercantum sebagai pengirim bergantung pada kesepakatan kalian. Cara menyepakatinya dibahas di panduan dropshipper pemula.

Cara membuat label pengiriman

Langkah berikut bisa dikerjakan dengan pengolah kata seperti Word atau cukup dengan pulpen dan kertas.

  1. Siapkan template seukuran A6. Di pengolah kata, bagi satu halaman A4 menjadi empat kotak sama besar, lalu buat kolom penerima di atas dan pengirim di bawah.
  2. Salin alamat dari chat pembeli apa adanya, lalu cocokkan kelurahan, kecamatan, dan kode posnya. Tanyakan ulang bila ada bagian yang kosong.
  3. Tulis data penerima dengan huruf paling besar, dan data pengirim lebih kecil di bagian bawah.
  4. Tambahkan isi paket dan catatan penanganan, misalnya “jangan dibalik” untuk toples berisi cairan.
  5. Cetak atau tulis dengan tinta tahan air, lalu baca ulang nomor HP digit demi digit sebelum ditempel.
  6. Tempel label rata di sisi terbesar paket, jauh dari lipatan dan sambungan lakban, lalu lapisi dengan lakban bening.

Kalau satu pesanan terpaksa dibagi ke dua kardus, buat label untuk masing-masing kardus dan tambahkan penanda “Paket 1 dari 2” serta “Paket 2 dari 2”. Pembeli jadi tahu masih ada kiriman lain, dan petugas tidak mengira salah satunya tertinggal.

Kalau paketmu berisi barang rapuh, selesaikan dulu packing berlapisnya sebelum menempel label. Urutannya ada di panduan cara packing barang pecah belah.

Ukuran label apa yang umum dipakai?

Ukuran kertas seri A memudahkan cetak beberapa label sekaligus dari printer biasa. Tabel berikut merangkum pilihan yang paling sering dipakai penjual.

Ukuran Dimensi Cocok untuk
A6 105 x 148 mm Paket kecil sampai sedang; empat label per lembar A4
A5 148 x 210 mm Kardus besar; tulisan lebih besar dan mudah dibaca
Resi cetak dari gerai kurir Mengikuti printer gerai Ditempel petugas di dekat labelmu

A6 paling hemat kertas dan cukup untuk sebagian besar paket. Dua label A6 juga muat dalam satu lembar A5, jadi kamu bisa menyesuaikan dengan stok kertas yang ada.

Contoh tata letak label A6

Susunan berikut mudah dibaca dari atas ke bawah, bahkan saat paket ditumpuk di rak sortir:

  • Baris paling atas: kata “Penerima” lalu nama dan nomor HP penerima dengan huruf terbesar.
  • Bagian tengah: alamat lengkap dalam tiga sampai empat baris, ditutup kode pos di baris tersendiri agar mudah terlihat.
  • Di bawah alamat: isi paket dan catatan penanganan dalam satu baris.
  • Bagian paling bawah, dipisahkan garis: kata “Pengirim” lalu nama toko dan nomor HP dengan huruf lebih kecil.

Beri jarak sekitar satu jari dari tepi kertas supaya tidak ada tulisan yang terpotong saat label digunting.

Bagaimana menulis alamat agar tidak nyasar?

Tulis alamat dari unit terkecil ke terbesar: jalan dan nomor rumah, RT/RW, kelurahan atau desa, kecamatan, kota atau kabupaten, provinsi, lalu kode pos. Tambahkan patokan dalam tanda kurung, misalnya “seberang masjid” atau “rumah pagar hijau”, terutama untuk alamat di gang atau perumahan tanpa nomor jelas.

Kecamatan dan kode pos sering dianggap pelengkap, padahal di Indonesia banyak kelurahan bernama sama di kecamatan atau kota yang berbeda. Dua data itu membantu petugas sortir mengarahkan paket ke wilayah yang benar. Untuk perumahan, tulis nama perumahan, blok, dan nomor kavling dengan lengkap.

Perhatikan juga beda kota dan kabupaten. Beberapa daerah punya kota dan kabupaten dengan nama yang sama, misalnya Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, jadi tulis kata “Kota” atau “Kabupaten” secara utuh.

Data yang sama juga kamu butuhkan saat menghitung ongkos kirim (ongkir). Cek ongkir OngkirHub menerima tujuan sampai tingkat kelurahan dan kode pos, jadi alamat yang lengkap sekaligus membuat estimasi ongkir lebih mendekati kenyataan. Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat.

Kesalahan yang sering terjadi

Kesalahan label jarang terlihat saat paket diserahkan, tetapi baru terasa ketika paket tertahan di gudang. Yang paling sering terjadi:

  • Label menutup lipatan atau sambungan kardus, sehingga robek saat kardus tertekan.
  • Tinta luntur terkena hujan di perjalanan karena memakai pulpen biasa tanpa lapisan lakban bening.
  • Nomor HP salah satu digit, atau nomor yang sudah tidak aktif.
  • Hanya menulis nama kota tanpa kecamatan dan kode pos.
  • Label lama di kardus bekas tidak dicopot atau dicoret, sehingga petugas membaca alamat yang salah.
  • Lakban bening menutupi area tempel resi sampai licin, sehingga resi cetak dari gerai sulit menempel.
  • Tulisan terlalu kecil atau berdempetan, sehingga sulit dibaca dari jarak sedang.

Setelah paket diserahkan, simpan nomor resinya dan pantau statusnya. Kalau resi belum bisa dilacak, penyebab umumnya dibahas di panduan cara cek resi paket.