Jawaban singkat: Packing kain batik untuk dikirim dimulai dari memastikan kain benar-benar kering, lalu melipat dengan kertas tisu di setiap lipatan atau menggulungnya longgar pada tabung karton. Masukkan ke plastik bening dengan silica gel kecil yang tidak menempel ke kain, lalu ke kardus pipih dan lapisan luar tahan air. Polymailer tipis cukup untuk kain harian, bukan untuk batik tulis.
Kain terlihat seperti barang yang paling mudah dikirim: tidak pecah, ringan, dan bisa dilipat kecil. Masalahnya muncul setelah paket dibuka, ketika batik tulis berbau apek, motifnya tertekuk permanen, atau warnanya menempel ke kain lain. Panduan ini untuk perajin, toko kain, dan reseller batik yang ingin kainnya tiba dalam kondisi siap dipajang.
Kenapa kain dan batik perlu packing khusus?
Kain bernilai tinggi rusak bukan karena benturan, tetapi karena lembap, tekanan, dan gesekan. Kerusakan ini sering baru terlihat setelah paket dibuka pembeli.
- Lembap. Kain yang belum kering sempurna lalu ditutup rapat bisa berbau apek atau berjamur selama perjalanan beberapa hari.
- Lipatan permanen. Lipatan yang ditekan kencang di tempat yang sama bisa meninggalkan garis, terutama pada kain halus dan batik tulis.
- Warna luntur atau menempel. Pewarna sebagian kain bisa luntur bila terkena basah, dan dua kain berbeda warna yang saling menempel bisa saling menodai.
- Basah di perjalanan. Saat musim hujan, paket bisa menunggu di gudang transit atau dibawa motor kurir dalam cuaca basah, jadi lapisan tahan air di bagian luar bukan sekadar pelengkap.
- Tersangkut dan tertusuk. Polymailer tipis bisa robek, dan serat kain tenun mudah tertarik oleh benda tajam di gudang sortir.
Lipat, gulung, atau kotak?
Pilihan cara mengemas bergantung pada nilai kain dan seberapa penting kain tiba tanpa bekas lipatan. Tabel berikut membandingkan ketiganya secara umum.
| Cara | Cocok untuk | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Lipat dengan kertas tisu | Kain harian, kemeja batik, selendang | Ringkas, kemasan pipih, ongkir hemat | Tetap ada bekas lipatan meski tipis |
| Gulung pada tabung karton | Batik tulis, kain panjang bernilai tinggi | Hampir tanpa bekas lipatan | Paket memanjang, butuh tabung yang kokoh |
| Lipat longgar dalam kotak | Set kain hantaran, kain dengan kemasan hadiah | Rapi saat dibuka, tahan tekanan | Ukuran kotak menambah berat volumetrik |
Untuk kain yang dijual sebagai bahan, lipat dengan kertas tisu biasanya sudah cukup. Untuk batik tulis yang harganya tinggi dan akan dipajang atau dibingkai, gulungan lebih aman.
Cara packing kain batik untuk dikirim
Urutan berikut berlaku untuk kain batik, tenun, maupun kain polos bernilai tinggi. Sesuaikan langkah 2 dengan cara lipat, gulung, atau kotak yang kamu pilih.
- Pastikan kain benar-benar kering dan tidak berbau, lalu angin-anginkan dulu bila kain baru dicuci atau baru selesai diproses.
- Lipat kain dengan kertas tisu di setiap lipatan, atau gulung longgar pada tabung karton dengan kertas tisu sebagai lapisan pertama.
- Pisahkan setiap kain dengan lembar kertas tisu bila satu paket berisi beberapa kain berbeda warna.
- Masukkan kain ke plastik bening yang bersih, selipkan silica gel kecil di sudut tanpa menempel langsung ke kain, lalu tutup.
- Masukkan ke kardus pipih atau kotak yang ukurannya pas, lalu isi celah agar kain tidak bergeser.
- Bungkus kardus dengan lapisan luar tahan air, misalnya plastik tebal atau polymailer, lalu lakban semua sisi.
- Tempel label pengiriman di sisi yang datar dan tulis keterangan agar paket tidak ditekuk, terutama untuk gulungan.
Untuk tenun yang berumbai, lipat atau gulung rumbainya ke arah dalam lebih dulu dan lapisi dengan kertas tisu, supaya benangnya tidak tertarik saat kain dikeluarkan dari plastik. Kain dengan payet atau bordir timbul sebaiknya dilipat dengan sisi hiasan menghadap ke dalam, lalu diberi kertas tisu agar tidak menggores kain di sebelahnya.
Kalau memilih gulungan, pakai tabung karton yang diameternya cukup besar agar kain tidak tergulung terlalu rapat. Tutup kedua ujung tabung dengan karton atau kertas tebal supaya gulungan tidak bergeser keluar, lalu masukkan tabung ke kardus panjang atau bungkus rapat dengan plastik tebal.
Kertas tisu idealnya yang bebas asam untuk kain yang akan disimpan lama, tetapi kertas tisu putih biasa sudah membantu untuk pengiriman beberapa hari. Hindari kertas koran, karena tintanya bisa berpindah ke kain berwarna terang.
Bagaimana pengaruhnya ke ongkir?
Kemasan pipih umumnya lebih hemat ongkir daripada kotak tebal, karena berat volumetriknya kecil. Kurir umumnya menghitung berat volumetrik dari panjang x lebar x tinggi paket dalam sentimeter dibagi 6.000, lalu menagih angka yang lebih besar antara hasil itu dan berat timbangan.
Contoh berikut memakai ukuran hipotetis, bukan ukuran baku.
| Kemasan (contoh) | Ukuran | Berat volumetrik |
|---|---|---|
| Kardus pipih berisi kain terlipat | 40 x 30 x 3 cm | 0,6 kg |
| Kotak hadiah berisi kain yang sama | 40 x 30 x 15 cm | 3 kg |
Misalkan kain beserta kemasannya berat timbangannya 1 kg. Dalam kemasan pipih, yang ditagih adalah 1 kg karena berat timbangan lebih besar dari 0,6 kg. Kain yang sama dalam kotak tebal ditagih 3 kg, tiga kali lipat, padahal isinya tidak berubah. Pembagi dan aturan pembulatan bisa berbeda per kurir, jadi cek ketentuan resmi kurir. Prinsip yang sama untuk pakaian dibahas di cara hemat ongkir kirim baju, dan rumus lengkapnya di cara menghitung berat volumetrik paket.
Setelah kemasan ditimbang dan diukur, bandingkan estimasinya di cek ongkir OngkirHub. Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat. Cek ulang di kanal resmi kurir sebelum mengirim.
Kesalahan yang sering terjadi
Sebagian besar keluhan soal kiriman kain berasal dari tahap sebelum paket ditutup. Enam hal ini yang paling sering terlewat.
- Kain lembap dimasukkan ke plastik rapat. Kain yang terasa sedikit dingin atau lembap saat disentuh sebaiknya diangin-anginkan dulu.
- Polymailer tipis untuk kain mahal. Polymailer saja mudah robek dan tidak menahan tekanan. Untuk batik tulis atau tenun, pakai kardus pipih di dalamnya.
- Lipatan ditekan terlalu kencang. Lipatan yang disetrika atau ditekan sebelum dikemas lebih mudah membekas. Lipat longgar dan biarkan kertas tisu menahan bentuknya.
- Kardus bekas yang lembap atau berbau. Kain menyerap bau dari kemasannya. Pakai kardus yang kering dan bersih, terutama untuk kain berwarna terang.
- Kain berbeda warna ditumpuk langsung. Tanpa lembar pemisah, warna bisa berpindah bila paket terkena lembap.
- Nilai kain tidak dipertimbangkan. Untuk kain bernilai tinggi, pertimbangkan asuransi pengiriman yang ditawarkan kurir. Penjelasannya ada di asuransi pengiriman kurir: wajib atau opsional.
Intinya
- Pastikan kain kering sebelum dikemas, karena lembap adalah penyebab utama bau dan jamur.
- Lipat dengan kertas tisu untuk kain harian, gulung longgar untuk batik tulis bernilai tinggi.
- Plastik bening dan silica gel di dalam, lapisan tahan air di luar.
- Kemasan pipih umumnya lebih hemat ongkir daripada kotak tebal.