Jawaban singkat: Berat volumetrik dihitung dari panjang x lebar x tinggi paket dalam sentimeter, lalu umumnya dibagi 6.000. Kurir biasanya menagih angka yang lebih besar antara berat timbang dan berat volumetrik. Contohnya, kardus 50 x 50 x 50 cm setara sekitar 21 kg walau isinya hanya 5 kg. Pembulatannya berbeda per kurir, jadi cek ketentuan resmi kurir.
Misalnya kamu menimbang paket 1 kg di rumah, lalu di gerai ditagih ongkos kirim (ongkir) untuk 3 kg. Selisih seperti itu hampir selalu datang dari berat volumetrik, dan paling sering menimpa penjual barang ringan yang makan tempat: pakaian, mainan, sepatu, atau keranjang anyaman. Kabar baiknya, angka yang akan ditagih bisa kamu hitung sendiri di rumah dengan penggaris dan kalkulator.
Apa itu berat volumetrik?
Berat volumetrik adalah berat yang dihitung dari ukuran paket, bukan dari timbangan. Angka ini mewakili seberapa banyak ruang yang dipakai paketmu di kendaraan kurir.
Ruang di motor boks, mobil, truk, atau pesawat terbatas. Satu kardus besar berisi boneka memakan tempat yang bisa dipakai untuk beberapa paket kecil yang lebih berat. Karena itu kurir tidak hanya melihat timbangan, tetapi juga ukuran, dan menagih ruang yang terpakai.
Ada dua angka yang perlu kamu kenal:
- Berat timbang atau berat aktual: angka yang muncul saat paket ditaruh di timbangan.
- Berat volumetrik: angka hasil rumus dari panjang, lebar, dan tinggi paket.
Kurir umumnya memakai angka yang lebih besar dari keduanya sebagai dasar ongkir.
Bagaimana rumus berat volumetrik?
Rumus yang umumnya dipakai kurir di Indonesia adalah panjang x lebar x tinggi dalam sentimeter, dibagi 6.000. Hasilnya dalam kilogram.
Berat volumetrik (kg) = P (cm) x L (cm) x T (cm) / 6.000
Ada tiga catatan penting sebelum kamu memakai rumus ini:
- Pembagi bisa berbeda. Angka 6.000 paling sering dipakai untuk layanan paket, tetapi layanan kargo atau trucking tertentu bisa memakai ketentuan lain. Cek ketentuan resmi kurir untuk layanan yang kamu pilih.
- Pembulatan berbeda per kurir. Setiap kurir punya aturan pembulatan sendiri, jadi hasil hitunganmu bisa sedikit berbeda dari tagihan.
- Berat minimum tagihan. Paket yang sangat ringan biasanya tetap ditagih sesuai berat minimum layanan.
Cara menghitung berat volumetrik
Lakukan hitungan ini pada paket yang sudah siap kirim, bukan pada barang sebelum dikemas. Lima langkahnya:
- Kemas barang sampai benar-benar siap kirim, lengkap dengan pelindung dan lakban.
- Ukur panjang, lebar, dan tinggi sisi terluar kardus dalam sentimeter. Kalau ada sisi yang menggembung, ukur bagian yang paling tebal.
- Kalikan ketiga angka itu untuk mendapatkan volume dalam cm³.
- Bagi volume dengan 6.000, atau dengan pembagi yang dipakai kurir pilihanmu.
- Bandingkan hasilnya dengan berat timbang, lalu pakai angka yang lebih besar sebagai berat paket.
Angka akhir itulah yang kamu pakai saat membandingkan kurir di cek ongkir OngkirHub: isi angka yang lebih besar antara berat timbang dan berat volumetrik sebagai berat paket. Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat.
Contoh hitungan
Tabel berikut berisi lima contoh paket dengan pembagi 6.000. Semua angka adalah contoh untuk latihan, bukan tarif atau ketentuan resmi kurir.
| Contoh paket | Ukuran (cm) | Berat volumetrik | Berat timbang | Yang umumnya dipakai |
|---|---|---|---|---|
| Kardus besar | 50 x 50 x 50 | 20,83 kg | 5 kg | Volumetrik, sekitar 21 kg |
| Kardus sedang | 40 x 30 x 20 | 4 kg | 3 kg | Volumetrik, 4 kg |
| Kotak sepatu | 33 x 22 x 13 | 1,57 kg | 1,2 kg | Volumetrik, dibulatkan sesuai kurir |
| Paket kaos | 30 x 25 x 5 | 0,63 kg | 0,3 kg | Volumetrik, bisa mengikuti berat minimum |
| Kotak kecil padat | 30 x 20 x 10 | 1 kg | 2 kg | Berat timbang, 2 kg |
Coba lihat baris pertama. Volumenya 50 x 50 x 50 = 125.000 cm³. Dibagi 6.000 hasilnya 20,83 kg, yang pada banyak kurir dibulatkan menjadi 21 kg. Padahal isinya hanya 5 kg. Kalau kamu memasukkan angka 5 kg saat membandingkan ongkir, estimasi yang kamu lihat jauh di bawah tagihan sebenarnya.
Sekarang lihat baris terakhir. Kotak kecil berisi barang padat menghasilkan angka volumetrik 1 kg, lebih kecil dari berat timbang 2 kg. Untuk paket seperti ini, berat timbang yang dipakai. Barang padat seperti buku, kopi bubuk, atau botol sambal hampir selalu masuk kelompok ini.
Satu barang, dua pilihan kemasan
Pilihan kemasan sering lebih menentukan daripada barangnya. Misalnya kamu mengirim dua kaos dengan berat timbang 0,3 kg.
- Dimasukkan ke kardus sedang 40 x 30 x 20 cm karena kebetulan ada di gudang: hasil hitungannya 4 kg.
- Dilipat rapi ke kantong plastik kirim 30 x 25 x 5 cm: hasilnya hanya 0,63 kg, dan paket bisa mengikuti berat minimum layanan.
Barangnya sama, pembelinya sama, tetapi berat yang ditagih bisa berbeda beberapa kilogram. Kaos tidak mudah rusak, jadi kardus besar tidak memberi perlindungan tambahan yang berarti. Simpan kardus besar untuk barang yang memang butuh ruang dan pelindung, seperti barang pecah belah.
Kapan berat volumetrik digunakan?
Ukuran paket menentukan ongkir setiap kali hasil hitungannya lebih besar dari berat timbang. Dalam praktik, ini terjadi pada barang ringan yang ukurannya besar.
Contoh yang sering dialami penjual: bantal, boneka, keranjang anyaman, mainan dalam kotak, lampu hias, dan sepatu yang dikirim bersama kotaknya. Sebagai gambaran, bantal yang dikemas dalam kardus 60 x 40 x 25 cm menghasilkan 60.000 cm³, atau setara 10 kg menurut rumus, padahal timbangannya mungkin hanya 0,8 kg (contoh, bukan ketentuan resmi).
Ada cara cepat untuk menebak tanpa menghitung penuh. Kalikan berat timbang (kg) dengan 6.000. Kalau volume paket dalam cm³ lebih besar dari angka itu, ukuran paketlah yang menentukan ongkir. Contohnya paket 1 kg: batasnya 6.000 cm³, setara kotak 20 x 20 x 15 cm. Kotak yang lebih besar dari itu berarti ongkir dihitung dari ukuran.
Sebaliknya, untuk paket kecil yang padat, kamu cukup menimbang. Hitungan volumetrik paling berguna saat kamu ragu, misalnya ketika memakai kardus bekas yang ukurannya tidak biasa.
Kesalahan yang sering terjadi
Sebagian besar selisih ongkir berasal dari kebiasaan packing, bukan dari kurir. Ini kesalahan yang paling sering terjadi:
- Memakai kardus kebesaran. Kardus bekas yang longgar terasa praktis, tetapi setiap sentimeter tambahan ikut dihitung. Pilih kardus yang pas dengan barang.
- Bubble wrap berlebihan. Lapisan pelindung memang perlu, tetapi lima lapis untuk kaos membuat paket lebih tinggi tanpa manfaat.
- Mengukur sisi dalam. Kurir umumnya mengukur sisi luar paket yang sudah jadi, termasuk tutup kardus yang menggembung.
- Mencantumkan berat timbang saja. Kalau ongkir ke pembeli dihitung dari berat timbang, sementara kurir menagih dari ukuran paket, selisihnya kamu tanggung sendiri.
- Menganggap semua layanan sama. Layanan kargo atau trucking bisa memakai ketentuan berbeda. Cek ketentuan resmi kurir sebelum mengirim barang besar.
Untuk barang lunak seperti pakaian dan bantal, lipat atau gulung serapat mungkin. Kantong vakum bisa membuat ukuran paket jauh lebih kecil, dan berat yang ditagih ikut turun.
Intinya
- Berat volumetrik umumnya dihitung dari P x L x T (cm) dibagi 6.000.
- Kurir biasanya menagih angka yang lebih besar antara hasil timbangan dan hasil hitungan ukuran.
- Ukur sisi terluar paket yang sudah dikemas, bukan barangnya saja.
- Kardus yang pas dan packing yang rapat adalah cara paling sederhana untuk menekan ongkir.
- Pembagi, pembulatan, dan berat minimum bisa berbeda, jadi cek ketentuan resmi kurir.