Jawaban singkat: Cara packing sepatu yang aman: isi bagian dalam sepatu dengan kertas, masukkan ke dus asli, bungkus dus dengan plastik atau bubble wrap, lalu masukkan ke kardus luar yang hanya sedikit lebih besar dan isi rongganya. Segel kardus luarnya, bukan dus asli. Hitung berat volumetrik dari ukuran kardus luar sebelum memilih layanan.

Setelah libur Lebaran, pesanan baru dan permintaan tukar ukuran mulai berdatangan lagi. Menurut jadwal yang dilaporkan Katadata pada 17 Maret 2026, mayoritas layanan logistik di marketplace dijadwalkan normal mulai 25 Maret. Untuk sepatu, yang dinilai pembeli bukan hanya sepatunya, tetapi juga dus aslinya, apalagi kalau sepatu itu akan dijual lagi atau disimpan sebagai koleksi.

Kenapa dus sepatu sering penyok di perjalanan?

Dus sepatu dibuat untuk dipajang di rak toko, bukan untuk ditumpuk di karung atau gudang sortir. Kartonnya tipis dan sudutnya mudah tertekan.

Penyebab yang umum:

  • Dikirim tanpa kardus luar. Label dan lakban langsung menempel di dus, dan dus menerima semua benturan.
  • Rongga kosong. Kardus luar yang terlalu besar membuat dus bergeser dan menghantam dinding kardus.
  • Ditumpuk paket berat. Di gudang transit, paket kecil bisa berada di bawah paket yang lebih berat.
  • Lakban di permukaan dus. Saat dibuka, lakban merobek lapisan cetak dus dan meninggalkan bekas.

Cara packing sepatu untuk dikirim

Langkah berikut berlaku untuk sepatu baru maupun sepatu bekas yang dijual lagi dengan dus aslinya.

  1. Bersihkan sepatu dan pastikan benar-benar kering.
  2. Isi bagian dalam sepatu dengan kertas remas agar bentuk ujungnya tetap terjaga.
  3. Bungkus tiap sepatu dengan kertas tipis atau kantong kain, lalu masukkan ke dus asli.
  4. Tutup dus asli tanpa menempelkan lakban di permukaannya.
  5. Bungkus dus asli dengan plastik atau bubble wrap, lalu rekatkan lakban di plastik pembungkusnya.
  6. Masukkan ke kardus luar yang sekitar 2 cm lebih besar di tiap sisi, kemudian isi rongga dengan kertas atau bubble wrap.
  7. Segel kardus luar dengan lakban model H dan tempel label pengiriman di sisi yang paling rata.
  8. Timbang dan ukur kardus luar, lalu bandingkan ongkos kirim (ongkir) memakai angka setelah dikemas.

Label pengiriman selalu menempel di kardus luar, di sisi yang paling rata, supaya kode batangnya mudah dipindai.

Kalau tidak punya kardus luar yang pas

Kardus bekas yang terlalu besar bisa dipotong mengikuti ukuran dus asli. Letakkan dus asli di atas lembaran kardus, tandai sisi-sisinya dengan jarak sekitar 2 cm, lalu potong dan lipat menjadi kotak baru. Rekatkan sambungannya dengan lakban di bagian luar. Hasilnya lebih rapat daripada kardus kebesaran yang diisi kertas, dan ukurannya lebih kecil saat ditimbang.

Kalau mengirim beberapa pasang setiap hari, simpan satu atau dua ukuran kardus luar yang paling sering cocok dengan dus sepatumu. Mengemas jadi lebih cepat, dan ukuran paket yang konsisten memudahkan kamu memperkirakan ongkir untuk pembeli.

Kalau sepatu tidak dikirim dengan dus asli, bungkus sepatu dengan plastik lalu masukkan langsung ke kardus yang pas. Kemasannya jadi lebih kecil, tetapi tanyakan dulu ke pembeli apakah mereka membutuhkan dusnya.

Mengirim lebih dari satu pasang

Untuk pesanan reseller yang berisi beberapa pasang, susun dus asli berjajar di satu kardus luar dengan sekat kardus di antara tiap dus. Letakkan dus yang paling berat di bawah, dan jangan menumpuk lebih dari dua lapis supaya dus di lapisan bawah tidak tertekan. Satu kardus gabungan bisa lebih hemat daripada beberapa paket terpisah, tetapi ukur dulu kardus gabungannya, karena berat volumetriknya ikut naik.

Bagaimana menghitung berat volumetrik dus sepatu?

Berat volumetrik adalah berat yang dihitung dari ukuran paket, bukan dari timbangan. Banyak kurir umumnya memakai rumus panjang x lebar x tinggi (cm) dibagi 6.000, lalu menagih angka yang lebih besar antara berat asli dan berat volumetrik.

Tabel berikut memakai ukuran contoh. Ukuran dus sepatu yang sebenarnya bervariasi.

Kemasan (contoh) Ukuran Volume Berat volumetrik
Dus asli saja 33 x 22 x 12 cm 8.712 cm3 sekitar 1,45 kg
Dus asli dalam kardus luar yang pas 37 x 26 x 16 cm 15.392 cm3 sekitar 2,57 kg
Dus asli dalam kardus luar kebesaran 45 x 30 x 20 cm 27.000 cm3 4,5 kg

Misalkan berat asli paketnya sekitar 1 kg. Di ketiga contoh, berat volumetriknya lebih besar, jadi angka itulah yang dipakai untuk menghitung ongkir. Kardus luar yang pas menambah sekitar 1,1 kg dibanding dus asli saja, sedangkan kardus kebesaran menambah sekitar 3 kg. Selisih itu belum termasuk pembulatan, yang aturannya berbeda per kurir dan dijelaskan di artikel pembulatan berat ongkir.

Setelah tahu ukuran akhirnya, bandingkan tarif untuk berat tersebut di cek ongkir OngkirHub. Harga yang tampil adalah estimasi, dan kurir serta layanan yang muncul tergantung rute dan berat. Cek ketentuan resmi kurir untuk rumus berat volumetriknya.

Bagaimana packing sepatu untuk tukar ukuran atau retur?

Pakai kemasan yang sama dengan pengiriman awal: dus asli dibungkus plastik di dalam kardus luar. Paket tukar ukuran menempuh perjalanan dua kali, jadi supaya dus tetap layak setelah perjalanan bolak-balik, minta pembeli mengikuti beberapa aturan sederhana.

  • Pakai dus asli dan kardus luar yang sama bila keduanya masih bagus.
  • Jangan tempel lakban atau label di dus asli. Tempel di kardus luar saja.
  • Sertakan catatan berisi nomor pesanan, nama pembeli, dan ukuran pengganti yang diminta.
  • Foto sepatu dan dus sebelum dikirim. Kedua pihak punya catatan kondisi yang sama.

Contoh catatan yang cukup: nomor pesanan, nama pembeli, ukuran yang dikembalikan, dan ukuran pengganti yang diminta, ditulis di kertas dan diselipkan di dalam kardus luar. Dengan catatan itu, paket retur yang tiba bersamaan dengan pesanan baru tidak tertukar saat dibuka.

Pencegahan tetap lebih murah daripada retur. Tabel ukuran yang jelas dan jawaban cepat di chat mengurangi salah ukuran sejak awal; caranya dibahas di jualan baju Lebaran: cara kurangi retur karena salah ukuran. Prinsip memilih kardus yang hemat juga sama dengan cara hemat ongkir kirim baju.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menempel label langsung di dus asli. Dus jadi rusak saat label dilepas, dan pembeli koleksi akan kecewa.
  • Kardus luar kebesaran tanpa pengisi. Dus bergeser, sudutnya penyok, dan berat volumetriknya ikut membengkak.
  • Melilitkan lakban ke dus asli. Rekatkan lakban di plastik pembungkus atau di kardus luar.
  • Tidak mengisi bagian dalam sepatu. Ujung sepatu bisa tertekuk bila dus tertekan.
  • Menimbang sebelum dikemas. Ongkir dihitung dari kemasan akhir, bukan dari dus asli.
  • Menumpuk dus tiga lapis dalam satu kardus. Dus paling bawah menanggung beban dua dus di atasnya. Batasi dua lapis dan beri sekat.

Intinya

  • Perlakukan dus asli sebagai bagian dari produk, bukan sekadar kemasan.
  • Bungkus dus asli dengan plastik, lalu masukkan ke kardus luar yang sekitar 2 cm lebih besar di tiap sisi.
  • Hitung berat volumetrik dari kardus luar, karena angka itu yang umumnya dipakai kurir.
  • Untuk tukar ukuran, minta pembeli memakai kemasan yang sama dan menyertakan catatan pesanan.