Jawaban singkat: Cara jadi dropshipper: pilih supplier yang mau mengirim langsung ke pembeli atas namamu, pasarkan produknya, lalu teruskan pesanan dan pembayaran ke supplier. Supplier mengirim paket, kamu meneruskan nomor resi ke pembeli. Untungmu adalah selisih harga jual dan harga supplier setelah ongkos kirim (ongkir) dan biaya lain, jadi hitung ongkir dari kota gudang supplier.

Dropship sering dipromosikan sebagai cara jualan paling ringan, karena kamu tidak perlu gudang dan tidak perlu membeli stok. Yang jarang dibahas adalah alur kerjanya sehari-hari: siapa membayar siapa, kapan resi datang, dan apa yang terjadi kalau paket bermasalah. Mulai dari alurnya, karena di situlah sebagian besar masalah dropshipper pemula muncul.

Apa itu dropship?

Dropship adalah model jualan saat penjual tidak menyetok barang. Menurut detikFinance, dropshipper memasarkan dan menjual produk milik supplier, lalu supplier mengirim barang langsung ke pembeli. Tugas utama dropshipper adalah mencari pelanggan.

Keuntungan dropshipper berasal dari selisih harga jual dan harga supplier. Modalnya relatif kecil karena tidak ada stok yang harus dibeli di depan, dan tidak perlu gudang. Berbeda dengan reseller yang umumnya membeli stok lebih dulu, dropshipper hanya memegang pesanan, bukan barang.

Konsekuensinya, kamu bergantung penuh pada supplier untuk stok, kualitas, dan kecepatan kirim. Karena itu memilih supplier adalah keputusan terpenting di awal.

Bagaimana alur pesanan dropship?

Alur dropship melibatkan tiga pihak: pembeli, kamu, dan supplier. detikFinance menggambarkan alurnya kurang lebih seperti ini, ditambah dua langkah yang menjadi tanggung jawabmu setelah paket dikirim:

  1. Pembeli memesan dan membayar ke kamu, termasuk ongkir bila ongkir dibayar pembeli.
  2. Kamu membayar supplier sebesar harga beli ditambah ongkir ke alamat pembeli.
  3. Kamu mengirim data pengiriman ke supplier: nama, alamat lengkap, dan nomor telepon pembeli.
  4. Supplier mengemas dan mengirim paket dengan nama tokomu sebagai pengirim.
  5. Supplier mengirim nomor resi kepadamu, lalu kamu meneruskannya ke pembeli.
  6. Kamu memantau paket sampai diterima dan menangani pertanyaan atau komplain pembeli.

Kirim ke supplier hanya data yang dibutuhkan untuk pengiriman. Detail lain seperti riwayat chat atau data pembayaran pembeli tidak perlu dibagikan.

Jarak waktu antara langkah 2 dan langkah 5 adalah titik paling rawan. Semakin lama supplier memproses, semakin besar kemungkinan pembeli bertanya, jadi sepakati batas waktunya sejak awal.

Bagaimana cara jadi dropshipper?

Urutan berikut membantu kamu menyiapkan semuanya sebelum pesanan pertama masuk:

  1. Pilih produk yang kamu pahami, lalu cari dua atau tiga supplier yang menerima dropship. Perhatikan kecepatan balas chat, lokasi gudang, dan kebijakan retur mereka.
  2. Cek ongkir dari kota gudang supplier ke kota pembeli yang paling mungkin, misalnya lewat cek ongkir OngkirHub. Pilih kota gudang supplier atau kota terdekat dari daftar kota asal yang didukung. Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat.
  3. Hitung margin setelah ongkir dan biaya lain, lalu tetapkan harga jual. Polanya bisa kamu pelajari di cara memasukkan ongkir ke harga jual.
  4. Sepakati nama pengirim di label. Dalam alur dropship yang umum, supplier menulis nama tokomu sebagai pengirim, bukan nama gudangnya.
  5. Sepakati alur resi: jam potong pesanan harian, kapan supplier mengirim nomor resi, dan lewat kanal apa.
  6. Uji dengan satu pesanan ke alamatmu sendiri untuk melihat kualitas barang, kemasan, dan kecepatan kirim supplier.

Langkah keenam sering dilewatkan, padahal biayanya kecil dan membantu menghindari kekecewaan pembeli pertama.

Saat menghubungi calon supplier, siapkan beberapa pertanyaan yang sama untuk semuanya: jam berapa batas pesanan harian, kurir apa saja yang biasa mereka pakai, apakah mereka bisa mengirim foto barang sebelum dikemas, dan bagaimana aturan barang rusak atau salah kirim. Jawaban yang cepat dan jelas biasanya pertanda supplier yang rapi.

Contoh hitungan margin setelah ongkir

Rumus margin dropship: harga jual dikurangi harga supplier, dikurangi ongkir bila kamu yang menanggung, dikurangi biaya platform bila ada. Contoh berikut memakai angka bulat untuk latihan, bukan tarif resmi.

Harga supplier Rp60.000, harga jual Rp85.000, dan ongkir contoh dari kota gudang supplier ke kota pembeli Rp10.000.

Skenario Pembeli membayar Kamu membayar ke supplier Margin Persentase dari harga jual
Ongkir dibayar pembeli Rp95.000 Rp70.000 Rp25.000 sekitar 29%
Ongkir ditanggung kamu Rp85.000 Rp70.000 Rp15.000 sekitar 18%

Menanggung ongkir Rp10.000 memangkas margin dari Rp25.000 menjadi Rp15.000. Kalau kamu berjualan di marketplace, masih ada biaya platform yang besarnya berbeda per platform. Cek ulang di Seller Center sebelum menetapkan harga.

Perhatikan juga arus kas. Supplier umumnya minta dibayar sebelum mengirim, sedangkan dana pesanan di marketplace umumnya baru bisa kamu tarik setelah pesanan selesai, dengan ketentuan yang berbeda per platform. Cek ulang di Seller Center. Artinya, kamu tetap butuh dana talangan untuk beberapa hari. Dengan harga supplier Rp60.000 dan ongkir contoh Rp10.000, sepuluh pesanan sehari berarti Rp700.000 yang harus kamu bayarkan ke supplier lebih dulu.

Ongkir juga bisa berubah drastis kalau pembeli berada di pulau lain dari gudang supplier. Untuk itu, bandingkan beberapa kurir dulu seperti di cara bandingkan ongkir beberapa kurir, lalu siapkan harga atau aturan ongkir khusus untuk tujuan jauh.

Bagaimana memantau resi pembeli?

Dalam dropship, resi umumnya muncul saat supplier mengatur pengiriman atau menyerahkan paket ke kurir, lalu diteruskan supplier kepadamu, dan kamu meneruskannya ke pembeli. Tiga pihak terlibat, jadi resi mudah tertunda kalau alurnya tidak jelas.

Kebiasaan yang membantu:

  • Minta resi di hari yang sama dengan pengiriman, bukan menunggu pembeli bertanya.
  • Teruskan resi lengkap dengan nama kurir dan keterangan bahwa resi biasanya bisa dilacak beberapa jam setelah paket dipindai.
  • Cek sendiri sebelum meneruskan. Untuk J&T Express dan AnterAja, kamu bisa memakai cek resi OngkirHub. Untuk kurir lain, gunakan situs atau aplikasi resmi kurir. Langkah lengkapnya ada di panduan cara cek resi paket.
  • Catat semua pesanan dalam satu tabel: tanggal pesanan, nama pembeli, supplier, kurir, nomor resi, status terakhir, dan tanggal diterima.

Tabel sederhana ini juga menjadi bukti saat kamu harus menagih supplier yang lambat mengirim atau menangani komplain pembeli.

Risiko dropship dan cara mengatasinya

Dropship tidak bebas risiko. Karena barang tidak ada di tanganmu, kamu perlu menyiapkan pencegahan sebelum masalah terjadi.

Risiko Pencegahan Saat terjadi
Stok supplier kosong Konfirmasi stok sebelum menerima pembayaran Tawarkan pengganti atau kembalikan dana pembeli
Paket terlambat Pilih supplier yang cepat kirim, pantau resi harian Kabari pembeli lebih dulu dengan status terbaru
Retur atau salah kirim Sepakati aturan retur dan siapa menanggung ongkirnya Ikuti aturan yang sudah disepakati, dokumentasikan
Kualitas tidak sesuai Pesan sampel sebelum mulai berjualan Minta foto barang sebelum dikirim untuk pesanan berikutnya
Resi lambat diteruskan Sepakati jam kirim resi setiap hari Tagih supplier, catat polanya

Satu hal lagi: pembeli umumnya tidak tahu kamu dropshipper. Di mata mereka, kamulah penjualnya. Karena itu tanggung jawab layanan pembeli tetap ada padamu, termasuk saat kesalahan berasal dari supplier.

Mulailah dengan satu atau dua supplier dan sedikit produk. Setelah alurnya lancar dan kamu tahu supplier mana yang bisa diandalkan, baru tambah katalog.