Jawaban singkat: Untuk membandingkan ongkir kurir dengan adil, samakan dulu rute dan beratnya, lalu lihat minimal tiga hal: tarif, estimasi waktu sampai, dan jenis layanan. Tambahkan dua pertimbangan praktis, yaitu akses ke gerai drop off dan pengalamanmu sendiri di rute itu. Angka di cek ongkir adalah estimasi, jadi tarif akhir tetap mengikuti kurir.
Misalnya selisih ongkos kirim (ongkir) antara dua kurir hanya Rp2.000 per paket, dan kamu mengirim 300 paket sebulan. Itu Rp600.000 per bulan, angka yang terasa di toko kecil (contoh hitungan, bukan tarif resmi). Tapi memilih kurir hanya dari angka paling rendah juga bisa mahal kalau paket terlambat dan pembeli kecewa. Lima kriteria di bawah membantu kamu bandingkan ongkir kurir dengan kepala dingin, dan semuanya bisa dicek dalam beberapa menit.
Apa saja yang menentukan ongkir?
Ongkir ditentukan oleh tiga hal utama: berat yang ditagih, rute dari asal ke tujuan, dan jenis layanan. Selama tiga hal ini belum sama, membandingkan dua kurir sama seperti membandingkan harga dua barang yang berbeda.
- Berat yang ditagih. Kurir umumnya memakai angka yang lebih besar antara berat timbang dan berat volumetrik. Kalau belum yakin cara menghitungnya, baca dulu panduan menghitung berat volumetrik.
- Rute. Jarak, perbedaan pulau, dan apakah tujuan berada di kota besar atau daerah yang lebih jauh dari pusat sortir ikut memengaruhi tarif dan estimasi. Kiriman antarpulau umumnya menempuh jalur laut atau udara, sehingga satu kurir bisa terlihat unggul di rute dalam pulau tetapi tidak di rute ke luar pulau.
- Jenis layanan. Reguler, ekspres, ekonomi, dan kargo punya harga dan kecepatan yang berbeda, bahkan di kurir yang sama.
Perbandingan kriteria
Jenis layanan (reguler, ekspres, ekonomi, kargo) berbeda harga dan kecepatan bahkan di kurir yang sama, jadi bandingkan layanan yang sejenis. Tabel berikut merangkum lima kriteria perbandingan, apa yang dilihat, dan di mana mengeceknya.
| Kriteria | Apa yang dilihat | Di mana mengeceknya |
|---|---|---|
| Tarif | Estimasi ongkir untuk rute dan berat yang persis sama | Hasil cek ongkir, lalu tagihan di gerai |
| Estimasi waktu sampai (ETD) | Berapa hari paket tiba menurut kurir, bukan jaminan | Kolom ETD di hasil cek ongkir |
| Jenis layanan | Reguler, ekspres, ekonomi, atau kargo; bandingkan yang sejenis | Nama layanan di hasil cek ongkir dan kanal resmi kurir |
| Akses gerai | Jarak, jam tutup, dan apakah ada pickup | Situs atau aplikasi kurir, gerai terdekat |
| Kebiasaan rute | Kurir mana yang biasanya tepat estimasi ke kota tertentu | Catatan pengirimanmu sendiri |
Setiap kurir memberi nama sendiri untuk tiap jenis layanan, misalnya JNE menyebut layanan regulernya REG dan layanan ekspresnya YES. Nama dan ketersediaan layanan bisa berubah. Cek ulang di kanal resmi kurir sebelum mengirim.
Lima hal yang perlu dibandingkan
Tarif hanya satu dari lima kriteria. Empat lainnya menentukan apakah ongkir yang kamu pilih benar-benar hemat setelah dihitung waktu, tenaga, dan kepuasan pembeli.
- Tarif. Bandingkan estimasi ongkir untuk rute dan berat yang persis sama, termasuk kelurahan tujuan, bukan hanya kotanya.
- Estimasi waktu sampai. ETD adalah perkiraan berapa hari paket tiba menurut kurir. Ini bukan jaminan, dan saat musim ramai bisa lebih lama.
- Jenis layanan. Layanan ekonomi dari satu kurir tidak setara dengan layanan reguler dari kurir lain. Bandingkan layanan yang sejenis.
- Akses gerai. Gerai drop off yang jauh atau cepat tutup bisa menghabiskan bensin dan waktu yang lebih mahal daripada selisih ongkirnya. Sebagian kurir juga melayani pickup dengan syarat tertentu, jadi tanyakan ketentuannya di kanal resmi kurir.
- Kebiasaan rute. Catatanmu sendiri tentang rute langganan, misalnya kurir mana yang biasanya tepat estimasi ke kota tertentu, adalah data yang tidak dimiliki alat mana pun.
Kriteria kelima paling sering dilewatkan, padahal paling mudah dikumpulkan. Cukup buat catatan sederhana di buku atau spreadsheet setiap kali mengirim ke rute yang sering muncul. Contoh kolomnya:
| Tanggal kirim | Rute | Kurir dan layanan | ETD di cek ongkir | Tanggal diterima |
|---|---|---|---|---|
| 6 Januari | Kota asal ke kota A | Kurir 1, reguler | 2-3 hari | 9 Januari |
| 8 Januari | Kota asal ke kota A | Kurir 2, reguler | 2-4 hari | 10 Januari |
Isi tabel itu hanya contoh format. Setelah sepuluh sampai dua puluh kiriman, biasanya mulai terlihat kurir mana yang konsisten di rute tertentu dan mana yang sering meleset dari estimasi.
Bagaimana cara bandingkan ongkir kurir sendiri?
Kamu bisa membandingkan enam kurir sekaligus di cek ongkir OngkirHub, lalu memutuskan dengan lima kriteria tadi: tarif, estimasi, layanan, akses gerai, dan kebiasaan rute. Langkahnya:
- Timbang dan ukur paket yang sudah dikemas, lalu tentukan berat yang akan ditagih.
- Buka cek ongkir OngkirHub dan pilih kota asal dari daftar kota asal yang didukung.
- Cari tujuan sampai tingkat kelurahan atau kode pos.
- Isi berat paket, lalu jalankan pencarian.
- Baca setiap baris hasil: kurir, layanan, estimasi ongkir, dan ETD. Catat dua atau tiga kandidat.
- Cek gerai terdekat dan jam tutup untuk kandidat itu, lalu putuskan.
Cek ongkir menampilkan JNE, J&T Express, SiCepat, AnterAja, POS Indonesia, dan Paxel dalam satu pencarian, sesuai yang diumumkan saat OngkirHub diluncurkan. Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat. Semua harga berlabel estimasi.
Contoh cara membaca hasilnya, dengan angka rekaan dan bukan tarif resmi: untuk rute dan berat 2 kg yang sama, layanan A misalnya Rp20.000 dengan ETD 3-4 hari, layanan B Rp24.000 dengan ETD 2-3 hari, dan layanan ekspres C Rp38.000 dengan ETD 1 hari. Layanan B kira-kira membeli satu hari lebih cepat dengan tambahan Rp4.000. Untuk pesanan hadiah ulang tahun, itu sepadan. Untuk restok ke reseller, layanan A sudah cukup.
Kapan pilih reguler, ekspres, atau kargo?
Pilih berdasarkan tenggat pembeli, bukan karena sudah terbiasa dengan satu layanan. Tanpa tenggat khusus, reguler cukup untuk sebagian besar pesanan harian. Kalau barang ditunggu pada tanggal tertentu atau tidak tahan lama, bandingkan selisih ongkir layanan ekspres dengan selisih harinya. Kalau pembeli lebih peduli harga daripada kecepatan, layanan ekonomi di rute itu layak dilihat, dan kargo hanya masuk hitungan bila berat paket sudah melewati berat minimum layanannya.
Saat ragu, tanyakan ke pembeli. Pertanyaan “mau yang lebih cepat atau yang lebih hemat, kak?” sering menyelesaikan pilihan tanpa debat.
Kesalahan saat membandingkan ongkir
Kesalahan berikut membuat perbandingan terlihat hemat di layar tetapi mahal di lapangan:
- Mengabaikan ETD. Ongkir rendah dengan estimasi dua hari lebih lama bisa berujung pada pembeli yang bertanya terus atau membatalkan pesanan.
- Lupa berat volumetrik. Membandingkan dengan berat timbang padahal kurir akan menagih berat volumetrik membuat semua angka di layar terlalu rendah.
- Tidak mengecek gerai terdekat. Kurir pilihanmu tidak berguna kalau gerainya sudah tutup saat kamu selesai packing.
- Membandingkan tujuan yang berbeda. Kecamatan di pusat kota dan kecamatan di pinggir kabupaten yang sama bisa punya tarif dan estimasi berbeda.
- Menganggap estimasi sebagai tarif final. Angka di layar membantu memilih, tetapi tagihan akhir tetap mengikuti hasil timbang dan ukur di gerai. Sisakan ruang di harga jual untuk selisih kecil.
- Menyimpulkan dari satu pengiriman. Satu paket yang terlambat belum tentu pola. Catat beberapa kiriman sebelum mengganti kurir langganan.