Jawaban singkat: Saat jualan di banyak marketplace, pilihan kurir sebagian besar ditentukan platform lewat daftar jasa kirim yang terintegrasi. Yang bisa kamu kendalikan adalah satu jam potong internal, area packing yang dipisah per platform, rekap harian per toko, dan pilihan kurir untuk pesanan di luar marketplace. Cek pengaturan jasa kirim di Seller Center tiap platform secara berkala.
Membuka toko di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada sekaligus menambah peluang produkmu dilihat pembeli. Konsekuensinya, kamu menjalankan beberapa aturan pengiriman dalam satu hari kerja: daftar kurir yang berbeda, batas waktu kirim yang berbeda, dan titik serah terima yang berbeda. Kesalahan yang paling sering muncul bukan soal ongkos kirim (ongkir), melainkan label tertukar dan paket yang terlambat diserahkan.
Panduan ini melengkapi SOP pengiriman harian toko online dengan sisi multi-platform.
Kenapa pengaturan kurir berbeda di tiap marketplace?
Karena setiap platform menentukan sendiri jasa kirim yang terintegrasi di sistemnya. Penjual umumnya hanya bisa mengaktifkan atau menonaktifkan opsi dari daftar itu, dan daftarnya bisa berubah sewaktu-waktu.
Contohnya di Shopee. Menurut Bisnis.com pada 1 April 2025, mulai April 2025 J&T Express Standard Eco secara bertahap tidak lagi terintegrasi di Shopee, dan penjual diminta mengaktifkan jasa kirim lain. Daftar reguler Shopee per April 2025 berisi Anteraja Reguler, ID Express, JNE Reguler, Ninja Xpress, PosAja!, SiCepat REG, dan SPX Express. Daftar lengkap beserta profil kurirnya ada di kurir reguler Shopee mulai April 2025.
Pembatasan pilihan kurir juga bukan isu baru. Pada Februari 2024, anggota KPPU menduga ada pembatasan pilihan kurir di Shopee sejak kebijakan 2021, dan Bisnis.com menemukan pola serupa di Lazada dan TikTok Shop. Itu dugaan, bukan putusan, tapi cukup menggambarkan bahwa aturan kurir tiap platform bisa sangat berbeda.
Akibatnya, produk yang sama bisa berangkat dengan kurir, jam jemput, dan drop point yang berbeda, tergantung dari toko mana pesanannya masuk.
Apa yang dilaporkan penjual Lazada?
Bisnis.com pada 27 November 2025 memuat cerita seorang penjual pakaian yang berjualan di Lazada sejak 2019. Menurut penjual itu, penjualannya menurun dalam dua tahun terakhir. Ia menyoroti kenaikan biaya admin, keharusan memakai promosi berbayar agar produk terlihat, dan kewajiban memakai layanan pengiriman Lazada (LEX).
Menurutnya, titik drop point LEX masih sedikit sehingga ia sering terlambat mengirim. Ini testimoni satu penjual, bukan pengumuman resmi Lazada, dan artikel tersebut tidak memuat tanggapan Lazada.
Pelajaran operasionalnya tetap berlaku untuk platform mana pun: jarak ke drop point adalah bagian dari jam kerja. Kalau paket satu platform hanya bisa diserahkan di drop point yang jauh, waktu tempuhnya harus masuk ke hitungan jam potong. Kenaikan biaya platform juga perlu masuk ke hitungan harga, seperti contoh di komisi Tokopedia Mall naik 1 Oktober.
Cara menyusun satu SOP saat jualan di banyak marketplace
Prinsipnya: satu ritme kerja untuk semua toko, tapi jalur fisik yang terpisah per platform.
- Tarik pesanan dari semua toko pada jam yang sama, misalnya pukul 09.00 dan 13.00.
- Tetapkan satu jam potong internal yang lebih awal dari batas kirim paling ketat di antara platform yang kamu pakai.
- Pisahkan area packing per platform, misalnya meja atau keranjang dengan warna berbeda, supaya label tidak tertukar.
- Cetak dan tempel label per platform dalam satu putaran, lalu kelompokkan paket per kurir.
- Susun urutan serah terima: siapkan paket untuk kurir yang menjemput, lalu antar sisanya ke drop point dengan urutan rute terpendek.
- Catat rekap harian per toko: jumlah pesanan, nomor resi, paket yang belum diserahkan, dan retur.
- Evaluasi setiap pekan platform mana yang paling sering membuat paket terlambat diserahkan.
Jam pada langkah pertama hanya contoh. Sesuaikan dengan jadwal pickup dan jam buka drop point di sekitarmu.
Evaluasi mingguan itu juga menjadi dasar untuk mengatur ulang jasa kirim. Kalau satu kurir di satu platform terus membuat paket terlambat karena drop point jauh atau jadwal pickup tidak menentu, cek apakah opsinya bisa dinonaktifkan di Seller Center dan apakah ada kurir lain di daftar platform yang gerainya lebih dekat. Pertimbangkan juga sisi pembeli: makin sedikit jasa kirim yang aktif, makin sedikit pilihan ongkir yang mereka lihat saat checkout.
Tabel ringkas pengaturan per platform
Isi tabel berikut dari Seller Center masing-masing, lalu tempel di dekat meja packing. Hanya baris biaya per pesanan yang sudah terisi dari pemberitaan; baris lainnya bisa berubah dan perlu kamu cek sendiri.
| Yang dicek | Shopee | Tokopedia dan TikTok Shop | Lazada |
|---|---|---|---|
| Jasa kirim yang aktif | Isi dari Seller Center | Isi dari Seller Center | Isi dari Seller Center |
| Batas waktu serah ke kurir | Isi dari Seller Center | Isi dari Seller Center | Isi dari Seller Center |
| Pickup atau drop off, lokasi terdekat | Isi sendiri | Isi sendiri | Isi sendiri |
| Biaya per pesanan | Rp1.250 per pesanan selesai, sejak 20 Juli 2025 | Rp1.250 per pesanan terkirim, sejak 11 Agustus 2025 | Cek di Seller Center |
| Jam potong internalmu | Isi sendiri | Isi sendiri | Isi sendiri |
Biaya Shopee bersumber dari Kontan, dan penjual Non-Star bebas biaya ini untuk 50 pesanan pertama sejak bergabung. Biaya Tokopedia dan TikTok Shop bersumber dari Bisnis.com dan tidak dikembalikan bila kemudian ada retur atau refund. Cek ulang di Seller Center, karena biaya dan aturannya bisa berubah.
Bagaimana dengan pesanan di luar marketplace?
Untuk pesanan dari chat, Instagram, atau WhatsApp, kamu bebas memilih kurir. Ini satu-satunya jalur yang kurirnya sepenuhnya kamu tentukan, jadi bandingkan dulu estimasinya di cek ongkir OngkirHub untuk rute dan berat yang sama. Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat.
Masukkan jalur ini ke SOP yang sama: satu keranjang tambahan berlabel “luar marketplace”, jam potong yang sama, dan rekap harian yang sama. Resi J&T Express dan AnterAja dari jalur mana pun bisa dilacak di cek resi OngkirHub, sehingga pembeli dari chat tetap bisa dikabari posisi paketnya.
Intinya
- Platform menentukan daftar kurir, kamu menentukan ritme kerja.
- Pakai satu jam potong internal yang mengikuti batas kirim paling ketat.
- Pisahkan area packing dan label per platform.
- Catat rekap harian per toko dan evaluasi setiap pekan.