Jawaban singkat: Saat kamu pilih ekspedisi untuk online shop yang baru buka, jangan hanya melihat nama besar. Bandingkan kurir di lima rute tujuan pembeli terbanyak, nilai harga, estimasi waktu sampai, kemudahan pickup, dan pelacakan dengan bobot sesuai prioritasmu, lalu tetapkan satu kurir default dan satu kurir cadangan.
Minggu pertama toko online biasanya penuh keputusan kecil, dan kurir sering dipilih asal: ikut kurir yang dipakai teman atau yang gerainya paling dekat. Padahal kurir default akan muncul di hampir setiap pesanan, jadi selisih kecil di ongkir atau satu dua keterlambatan akan berlipat. Panduan memilih ekspedisi untuk online shop di bawah ini dirancang untuk toko yang belum punya riwayat pengiriman, dengan skor sederhana yang bisa kamu hitung sendiri di selembar kertas.
Bagaimana cara pilih ekspedisi untuk online shop?
Ada lima kriteria yang paling berpengaruh pada pengalaman pembeli dan beban kerjamu sehari-hari. Tabel berikut merangkum alasannya dan cara mengeceknya.
| Kriteria | Kenapa penting | Cara mengecek |
|---|---|---|
| Ongkir di rute utama | Ongkir ikut menentukan harga akhir yang dilihat pembeli | Bandingkan beberapa kurir untuk rute dan berat paket yang paling sering |
| Estimasi waktu sampai | Pembeli membandingkan kecepatan antartoko | Lihat estimasi per layanan, ingat bahwa itu perkiraan |
| Jangkauan | Kurir harus melayani kelurahan pembeli | Cek apakah layanan muncul untuk tujuan sampai tingkat kelurahan |
| Pickup atau drop off | Menentukan berapa banyak waktumu habis di jalan | Cek layanan yang bisa dijemput dan jam buka gerai terdekat |
| Pelacakan | Pembeli akan menanyakan posisi paket | Pastikan resinya mudah dilacak lewat kanal yang kamu dan pembeli pakai |
Kriteria keenam bergantung pada produk. J&T Express, dalam artikel panduannya tertanggal 2 Maret 2026, menyarankan penjual mempertimbangkan jenis produk, karena barang khusus seperti barang beku (frozen goods) butuh kurir yang secara khusus mendukung layanan itu, selain jangkauan, estimasi waktu, kemasan, dan kemudahan pickup untuk pengiriman rutin.
Cara memilih kurir default dengan scorecard
Scorecard adalah tabel nilai sederhana: setiap kurir dinilai per kriteria, lalu nilainya dikalikan bobot. Urutannya seperti ini.
- Tulis lima kota atau kabupaten tujuan yang paling mungkin, dari pembeli yang sudah bertanya, target pasarmu, atau pesanan pertama.
- Tentukan berat paket tipikal, misalnya 1 kg untuk pakaian atau 2 kg untuk paket makanan.
- Bandingkan kurir untuk kelima rute di cek ongkir OngkirHub, urutkan dari harga terendah lalu dari estimasi tercepat, dan catat hasilnya. Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat.
- Tetapkan bobot untuk setiap kriteria sampai totalnya 100%, sesuai prioritas tokomu.
- Beri nilai 1 sampai 5 untuk setiap kurir pada setiap kriteria.
- Hitung skor dengan mengalikan nilai dan bobot, lalu jumlahkan.
- Tetapkan pemenangnya sebagai kurir default dan peringkat kedua sebagai cadangan.
- Uji selama dua sampai empat minggu dan catat setiap keterlambatan, kerusakan, atau pickup yang terlewat.
Kalau kamu sudah punya data pengiriman beberapa bulan, metode berbasis data toko sendiri di evaluasi kurir akhir tahun akan lebih akurat daripada perkiraan.
Contoh skor
Contoh berikut sepenuhnya fiktif dan tidak menilai kurir mana pun. Jangkauan tidak diberi bobot: kurir yang tidak melayani salah satu dari lima rute utama langsung dicoret sebelum dinilai, karena nilai tinggi di kriteria lain tidak berguna bila paket tidak bisa dikirim. Bobot untuk empat kriteria sisanya: harga 35%, estimasi 25%, pickup 20%, dan pelacakan 20%.
| Kurir (contoh) | Harga | Estimasi | Pickup | Pelacakan | Skor |
|---|---|---|---|---|---|
| Kurir A | 4 | 3 | 5 | 4 | 3,95 |
| Kurir B | 5 | 3 | 2 | 4 | 3,70 |
| Kurir C | 3 | 5 | 3 | 3 | 3,50 |
Skor Kurir A dihitung dari 4 x 0,35 + 3 x 0,25 + 5 x 0,2 + 4 x 0,2, hasilnya 3,95.
Perhatikan bahwa Kurir B mendapat nilai harga paling tinggi, tetapi kalah karena pickup-nya lemah. Untuk toko yang dijalankan satu orang, pickup yang andal bisa menghemat waktu setiap hari. Di contoh ini Kurir A menjadi default dan Kurir B cadangan, misalnya untuk pembeli yang sangat sensitif harga dan tidak keberatan menunggu.
Bobot boleh kamu ubah. Toko yang menjual produk murah wajar memberi bobot harga lebih besar, sedangkan toko kue atau makanan segar lebih mementingkan estimasi.
Bagaimana menilai jangkauan, pickup, dan pelacakan?
Jangkauan sulit dinilai dari nama besar kurir. Cara yang paling praktis adalah memasukkan kelurahan tujuan pembeli satu per satu dan melihat layanan apa saja yang muncul. Sebelum memberi nilai, baca juga jenis layanan dan profil singkat tiap kurir di direktori kurir, supaya kamu tahu layanan mana yang reguler, ekspres, atau kargo.
Pickup dinilai dari dua hal: layanan itu bisa dijemput atau tidak, dan seberapa dekat gerai drop off bila jemputan terlewat. Pertimbangan lengkapnya ada di pickup atau drop off paket.
Pelacakan dinilai dari kanal yang benar-benar dipakai pembelimu. Per Mei 2026, cek resi OngkirHub mendukung J&T Express, AnterAja, dan JNE (dengan 5 digit terakhir nomor HP penerima); resi kurir lain dilacak di situs atau aplikasi resmi kurirnya. Catat kanal mana yang paling mudah dibuka pembelimu, lalu beri nilai dari situ.
Kapan perlu ganti kurir default?
Ganti atau tukar posisi default dan cadangan bila masalahnya berulang, bukan karena satu kejadian. Tanda yang perlu diperhatikan:
- Keterlambatan berulang di rute yang paling sering kamu kirim.
- Komplain kerusakan paket yang muncul lebih dari sekali dengan kemasan yang sama.
- Pickup sering terlewat sehingga paket baru berangkat esok hari.
- Pola pembeli berubah, misalnya makin banyak pesanan dari luar pulau.
- Kurir mengubah tarif atau layanan sehingga skor awal tidak relevan lagi.
Saat ganti, hitung ulang scorecard dengan data nyata, bukan perasaan.
Kesalahan yang sering terjadi
Kesalahan berikut bisa membuat toko baru gonta-ganti kurir.
- Memilih dari harga satu rute saja. Kurir yang paling hemat ke Bandung belum tentu paling hemat ke Makassar.
- Menganggap estimasi sebagai jaminan. Estimasi waktu sampai adalah perkiraan, apalagi saat musim ramai.
- Tidak menyiapkan cadangan. Saat kurir default libur atau terlambat, kamu harus memutuskan di tengah antrean pesanan.
- Memaksakan satu layanan untuk semua produk. Satu kurir pun punya beberapa layanan, seperti dijelaskan di beda layanan JNE REG, YES, dan JTR.
- Mengabaikan jam serah terima. Catat jam pickup atau jam terakhir gerai menerima paket, lalu tetapkan batas jam pesanan yang masih dikirim di hari yang sama.
- Tidak memberi tahu pembeli. Cantumkan kurir default di deskripsi toko supaya pembeli tahu apa yang diharapkan.