Jawaban singkat: Pilih pickup atau drop off berdasarkan jumlah pesanan dan waktu yang kamu punya. Pickup, yaitu kurir menjemput paket ke alamatmu, cocok bila pesanan rutin dan cukup banyak. Drop off, yaitu kamu mengantar paket ke gerai atau agen kurir, cocok bila pesanan masih sedikit, gerai dekat, atau kamu butuh resi saat itu juga.

Setiap toko online pada akhirnya harus memutuskan hal yang sama: menunggu kurir datang, atau berangkat sendiri ke gerai. Keputusannya terlihat sepele, tetapi menentukan berapa jam yang habis di jalan, kapan resi bisa dikirim ke pembeli, dan seberapa sering paket terlambat diproses.

Panduan ini membandingkan keduanya untuk penjual rumahan dan toko kecil, lalu memberi contoh rutinitas mingguan untuk masing-masing cara. Di sini pickup dan drop off dibahas sebagai layanan kurir.

Apa itu pickup dan drop off?

Pickup adalah layanan penjemputan paket oleh kurir di alamat penjual. Pickup umumnya dijadwalkan, bergantung pada area dan jam penjemputan kurir, dan sebagian kurir menetapkan syarat tertentu, misalnya terkait jumlah paket, layanan, atau platform yang dipakai. Syaratnya berbeda per kurir, jadi cek ketentuan resmi kurir.

Drop off adalah cara mengirim dengan mengantar sendiri paket ke gerai, agen, atau drop point kurir selama jam operasional. Di sana paket umumnya ditimbang dan diperiksa petugas, lalu kamu menerima resi atau bukti kirim. Resi, yang juga disebut AWB, adalah nomor yang dipakai untuk melacak paket.

Selain gerai utama, sebagian kurir punya agen atau drop point di ruko atau toko di sekitar permukiman. Layanan yang diterima agen bisa lebih terbatas daripada gerai utama, jadi tanyakan dulu apakah agen menerima layanan yang kamu pilih dan paket berukuran besar.

Perbandingan pickup dan drop off

Tabel berikut membandingkan kedua cara dari sisi yang paling terasa dalam operasional harian.

Aspek Pickup Drop off
Siapa yang bergerak Kurir datang ke alamatmu Kamu datang ke gerai atau agen
Waktu yang terpakai Hemat waktu perjalanan, tetapi perlu menunggu kurir Ada waktu di jalan dan antrean
Kendali jadwal Mengikuti jam jemput kurir Kamu yang menentukan, selama gerai buka
Penimbangan Bisa dilakukan di titik kurir, tidak selalu di depanmu Biasanya di depanmu saat serah terima
Resi atau bukti kirim Tergantung prosedur kurir dan platform Umumnya langsung diterima di gerai
Cocok untuk Pesanan rutin, jumlah banyak, toko sulit ditinggal Pesanan sedikit, gerai dekat, butuh resi segera

Banyak toko akhirnya memakai keduanya: pickup untuk hari biasa, drop off ketika ada paket mendesak atau ketika kurir terlambat datang.

Pickup atau drop off: mana yang cocok untuk tokomu?

Jawabannya bergantung pada tiga hal: seberapa sering paket keluar, seberapa jauh gerai terdekat, dan siapa yang mengurus toko. Tiga situasi berikut paling sering dialami penjual rumahan.

  • Baru mulai jualan dan paket keluar beberapa kali seminggu: drop off biasanya lebih praktis. Kamu bisa sekalian memilih kurir per paket, melihat penimbangan langsung, dan pulang membawa resi.
  • Paket keluar hampir setiap hari, tetapi gerai jauh atau jalanan sering macet: pickup menghemat waktu perjalanan yang bisa dipakai untuk mengemas dan membalas chat.
  • Toko dijaga satu orang yang juga memproduksi barang, misalnya kue atau kerajinan: pickup membantu supaya toko tidak perlu ditutup saat mengantar paket, asalkan kurir melayani area tokomu.

Kalau masih ragu, coba satu cara selama dua pekan, catat waktu yang terpakai dan paket yang terlambat diproses, lalu bandingkan dengan cara lainnya.

Cara drop off paket di gerai

Drop off paling lancar bila semua hal disiapkan sebelum kamu berangkat. Ikuti lima langkah ini:

  1. Bandingkan kurir dan layanan untuk rute dan berat paketmu di cek ongkir OngkirHub, lalu pilih gerai terdekat dari kurir yang paling sesuai. Hasilnya bisa diurutkan berdasarkan harga atau estimasi waktu sampai dan disaring per kurir. Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat.
  2. Kemas paket dan tempel label berisi data lengkap pengirim dan penerima. Format lengkapnya ada di panduan cara membuat label pengiriman paket.
  3. Datang ke gerai pada jam operasional, dan jangan terlalu mepet jam tutup supaya paket masih diproses hari itu.
  4. Serahkan paket, lalu perhatikan penimbangan dan pengukuran oleh petugas. Cocokkan berat dan data penerima sebelum membayar.
  5. Simpan resi, foto resi bersama paketnya, lalu kirim nomor resi ke pembeli.

Jam operasional gerai berbeda di setiap lokasi. Cek ulang di kanal resmi kurir sebelum mengirim, terutama pada hari libur.

Cara menyiapkan paket sebelum pickup

Pickup berjalan lancar bila paket sudah siap saat kurir tiba. Kurir biasanya punya banyak titik jemput, jadi waktu tunggu di setiap alamat terbatas.

  1. Ajukan permintaan pickup lewat kanal yang disediakan kurir atau platform jualanmu, sebelum batas jam penjemputan hari itu.
  2. Kemas semua paket dan tempel label sebelum jam jemput.
  3. Kelompokkan paket per kurir supaya tidak tertukar saat diserahkan.
  4. Siapkan daftar paket berisi nama penerima dan nomor resi untuk dicocokkan saat serah terima.
  5. Minta bukti serah terima atau foto saat kurir mengambil paket.
  6. Cek status resi beberapa jam kemudian untuk memastikan paket sudah dipindai.

Kalau status resi belum muncul, penyebab umumnya dibahas di panduan cara cek resi paket.

Seperti apa rutinitas mingguan?

Rutinitas berikut hanya contoh untuk menggambarkan pola kerja, bukan jadwal kurir. Sesuaikan dengan jam penjemputan dan jam gerai di daerahmu.

Hari Toko yang memakai pickup Toko yang memakai drop off
Senin, Rabu, Jumat Kemas pagi, paket siap sebelum jam jemput Kemas siang, antar ke gerai sore
Selasa, Kamis Rekap pesanan, cek resi yang belum bergerak Antar paket mendesak saja
Sabtu Pickup bila kurir melayani, atau drop off paket sisa Antar semua paket sebelum gerai tutup
Minggu Rekap stok dan balas chat Rekap stok dan balas chat

Dengan pola seperti ini, pembeli tahu kapan paketnya dikirim, dan kamu bisa menuliskan jadwal kirim di katalog atau balasan chat.

Apa kesalahan yang sering terjadi?

Masalah pickup dan drop off jarang berasal dari kurir saja. Beberapa kesalahan di sisi penjual yang sering terjadi:

  • Paket belum dikemas saat kurir datang, sehingga kurir bisa pergi lebih dulu dan paket baru terjemput keesokan harinya.
  • Resi tidak difoto, sehingga sulit membuktikan paket sudah diserahkan.
  • Tidak mengecek status resi setelah pickup, padahal paket bisa saja belum dipindai.
  • Drop off mepet jam tutup gerai, sehingga paket baru diproses hari berikutnya.
  • Mencampur paket untuk kurir yang berbeda dalam satu tumpukan.
  • Tidak memperhatikan hasil timbangan petugas, lalu kaget dengan ongkos kirim (ongkir) yang lebih tinggi dari perkiraan.