Jawaban singkat: Label pengiriman A6 berukuran 105 x 148 mm dan bisa dicetak dengan printer biasa di kertas A4, lalu dipotong dan ditempel. Label thermal 100 mm dicetak printer thermal tanpa tinta langsung di gulungan label berperekat. A6 cukup untuk kiriman sesekali, sedangkan thermal lebih praktis bila kamu mengirim paket setiap hari.
Label pengiriman adalah lembar berisi nomor resi (AWB), kode pindai, serta data pengirim dan penerima yang ditempel di paket. Pertanyaan soal label pengiriman A6 atau thermal biasanya muncul saat pesanan mulai rutin: printer di rumah masih cukup, atau sudah waktunya membeli printer thermal? Panduan ini membandingkan keduanya dari sisi printer, bahan, ketahanan, dan kecepatan, lalu menutup dengan cara mencetak label yang mudah dipindai kurir.
Apa bedanya label A6 dan thermal 100 mm?
Bedanya ada di ukuran, jenis printer, dan bahan cetak. A6 adalah ukuran kertas standar, sedangkan thermal 100 mm adalah lebar gulungan label untuk printer thermal.
Label A6
A6 masuk keluarga ukuran kertas yang sama dengan A4. Ukurannya 105 x 148 mm, atau seperempat lembar A4. Label A6 dicetak dengan printer inkjet atau laser yang umum dipakai di rumah dan kantor, di atas kertas HVS lalu ditempel dengan selotip, atau di kertas stiker A4 yang tinggal dipotong.
Label thermal 100 mm
Printer thermal langsung (direct thermal) tidak memakai tinta, toner, atau pita. Kertasnya berlapis bahan yang menghitam saat dipanaskan kepala cetak, jadi yang dibeli rutin hanya gulungan label. Lebar 100 mm cukup lega untuk nomor resi, kode QR atau barcode, dan alamat dengan huruf yang tetap mudah dibaca.
Perbandingan label pengiriman A6 vs thermal 100 mm
Tabel berikut merangkum perbedaan keduanya secara relatif. Angka harga sengaja tidak dicantumkan karena harga printer dan kertas berbeda di tiap toko dan berubah dari waktu ke waktu.
| Aspek | Label A6 | Label thermal 100 mm |
|---|---|---|
| Printer | Inkjet atau laser biasa | Printer thermal khusus label |
| Bahan habis pakai | Kertas, tinta atau toner, selotip atau kertas stiker | Gulungan label thermal |
| Biaya rutin | Ada biaya tinta atau toner dan bahan tempel | Tanpa tinta, biaya rutinnya gulungan label |
| Ketahanan cetak | Tinta inkjet bisa luntur bila basah | Bisa pudar karena panas, gesekan, cahaya, atau air |
| Kecepatan | Perlu memotong dan menempel | Cetak lalu langsung tempel |
| Cocok untuk | Kiriman sesekali, belum mau beli alat baru | Kiriman harian dan cetak banyak sekaligus |
Keputusan akhirnya bergantung pada dua hal: berapa paket yang kamu kirim per hari, dan berapa lama paket biasanya menunggu sebelum dijemput atau diantar ke gerai. Paket yang menunggu di teras panas lebih aman dengan label yang dilapisi selotip bening, apa pun jenis labelnya.
Cara mencetak label pengiriman yang mudah dipindai
Label yang mudah dipindai mempercepat proses di gerai drop off maupun saat pickup. Langkah berikut berlaku untuk label A6 dan thermal.
- Atur skala cetak 100% atau “ukuran sebenarnya”, bukan “sesuaikan dengan halaman”, agar barcode dan kode QR tidak mengecil atau terpotong.
- Cetak satu lembar uji, lalu periksa kontrasnya: garis barcode harus hitam tegas, tanpa garis putih karena tinta menipis atau kepala cetak kotor.
- Arahkan kamera ponsel ke kode QR di lembar uji untuk memastikan kodenya terbaca.
- Tempel label di sisi paket yang paling besar dan paling rata, jauh dari sudut dan sambungan kardus.
- Ratakan label dari tengah ke tepi supaya tidak ada gelembung atau lipatan di area kode.
- Lapisi dengan selotip bening tipis bila paket bisa terkena hujan, tanpa menumpuk banyak lapisan di atas kode.
Kapan cukup pakai printer biasa?
Printer biasa cukup selama kiriman masih sesekali dan kamu belum ingin menambah alat. Contohnya penjual yang mengirim beberapa paket per minggu, atau toko yang baru mulai menerima pesanan dari media sosial.
Patokan kasar berikut bisa membantu memutuskan. Angkanya hanya gambaran ritme kirim, bukan batas resmi dari kurir mana pun.
| Ritme kirim | Pilihan yang masuk akal | Alasannya |
|---|---|---|
| Beberapa paket per minggu | Label A6 di printer yang sudah ada | Biaya tinta dan waktu memotong masih kecil |
| Beberapa paket per hari | Mulai pertimbangkan printer thermal | Memotong dan menempel mulai memakan jam packing |
| Puluhan paket per hari atau cetak massal | Printer thermal 100 mm | Cetak lalu langsung tempel, tanpa tinta yang bisa habis saat ramai |
Supaya tetap rapi selama masih memakai printer biasa, pakai kertas stiker A4 agar tidak perlu menyelotip keempat sisi label, dan simpan tinta cadangan menjelang tanggal ramai. Untuk resi yang dibuat di marketplace, ikuti pilihan format cetak yang tersedia di Seller Center masing-masing.
Tanda sudah waktunya pindah ke thermal biasanya terasa sendiri: antre mencetak setiap sore, tinta habis justru saat pesanan menumpuk, atau waktu memotong dan menempel mulai memakan jam packing. Kalau ritme kirimmu sudah harian, susun juga SOP pengiriman harian supaya urutan cetak, kemas, dan serah terima ke kurir tidak berantakan.
Cetak label thermal dari OngkirHub App (beta)
Di OngkirHub App (beta), label yang tersedia adalah label thermal 100 mm dengan kode QR, dicetak langsung dari browser setelah resi terbit. Aplikasi tidak menyediakan template A6, jadi fitur ini paling pas kalau kamu sudah memakai printer thermal.
Sejak 5 Februari 2026 ada juga cetak label massal: pilih beberapa pengiriman dari daftar, lalu cetak labelnya sekaligus. Cara ini membantu saat pesanan menumpuk setelah promo atau di awal bulan. Alurnya sederhana: buat resi, bayar dari saldo atau per resi, cetak label, lalu tempel di paket sebelum pickup atau drop off.
Gambaran fiturnya ada di halaman OngkirHub App. Langkah klik demi klik dibahas di panduan cetak label thermal 100 mm dari browser dan cetak label pengiriman massal.
Kesalahan yang sering terjadi
Sebagian besar masalah label bukan soal ukuran, tetapi soal cara menempel dan menyimpan.
- Label tertutup lakban. Lakban cokelat atau bermotif di atas barcode memantulkan cahaya dan membuat kode sulit terbaca. Rekatkan sambungan kardus dulu, baru tempel label di bidang yang bersih.
- Ukuran terpotong. Margin printer atau pilihan “sesuaikan halaman” bisa memotong tepi label A6 atau mengecilkan barcode. Selalu cek lembar uji sebelum mencetak banyak.
- Label lama tidak dicopot. Kardus bekas dengan resi lama berisiko dipindai ulang dan membuat paket salah arah.
- Gulungan thermal disimpan di tempat panas. Label yang lama terkena matahari bisa menggelap sebelum dipakai. Simpan di laci yang sejuk dan kering.
- Menempel di plastik kusut. Untuk polymailer, tarik plastik sampai rata sebelum label ditempel.
Intinya
- Label A6 (105 x 148 mm) cocok untuk kiriman sesekali dengan printer yang sudah ada.
- Label thermal 100 mm tidak butuh tinta dan lebih cepat untuk kiriman harian.
- Apa pun formatnya, cetak di skala 100% dan uji pindai sebelum mencetak banyak.
- Tempel di sisi terbesar, jangan tutup kode dengan lakban, dan copot label lama.