Jawaban singkat: Untuk cetak label pengiriman massal, buat dulu resi untuk setiap paket, pilih beberapa pengiriman dari daftar pengiriman, lalu cetak labelnya sekaligus di kertas thermal 100 mm. Cetak satu halaman uji dengan skala 100% tanpa margin, lalu cocokkan setiap label dengan nama penerima dan isi paket sebelum ditempel.
Saat pesanan Ramadan mulai menumpuk, mencetak label satu per satu menyita waktu yang seharusnya dipakai untuk packing. Sejak 5 Februari 2026, OngkirHub App (beta) punya fitur cetak label massal: beberapa label keluar dalam satu kali cetak. Panduan ini membahas alur meja packing untuk cetak label pengiriman massal, dari pengaturan printer sampai paket diserahkan ke kurir. Cara mencetak satu label dan persiapan printernya sudah dibahas di panduan cetak label thermal 100 mm dari browser.
Apa itu label pengiriman thermal 100 mm?
Label pengiriman thermal adalah label yang dicetak dengan panas di atas kertas peka panas, sehingga printer tidak butuh tinta atau toner. Angka 100 mm menunjukkan lebar label, ukuran yang umum dipakai untuk paket.
Label dari OngkirHub App (beta) berukuran 100 mm dan memuat kode QR, dicetak langsung dari browser. Kode QR dan nomor resi (AWB) pada label harus tercetak tajam, utuh, dan menempel rata agar mudah terbaca. Kurir umumnya meminta label yang terbaca dan tidak terlipat, jadi cek ketentuan resmi kurir.
Untuk cetak massal, printer thermal punya dua kelebihan dibanding printer tinta biasa. Tidak ada tinta yang tiba-tiba habis di tengah batch, dan label keluar dalam ukuran siap tempel tanpa perlu digunting. Yang perlu kamu jaga hanya dua: gulungan kertas yang cukup dan pengaturan cetak yang benar.
Cara cetak label pengiriman massal di OngkirHub App (beta)
Langkah berikut menggambarkan alurnya secara umum. Nama tombol dan tampilan layar terbaru bisa kamu cek di Panduan Aplikasi.
- Buat resi untuk setiap pesanan seperti biasa: pilih alamat dari buku alamat, bandingkan layanan, pilih pickup atau drop off, lalu konfirmasi harga final dan bayar dari saldo.
- Buka daftar pengiriman setelah semua resi untuk sesi packing ini selesai dibuat.
- Centang beberapa pengiriman yang akan dipacking bersama, sebaiknya dikelompokkan per kurir.
- Pilih cetak label untuk pengiriman yang sudah dicentang.
- Atur dialog cetak browser: pilih printer thermal, ukuran kertas sesuai gulungan 100 mm, skala 100%, tanpa margin, dan matikan header serta footer.
- Cetak halaman pertama saja lewat pilihan rentang halaman bila printer baru dinyalakan atau gulungan baru dipasang.
- Cetak semua label setelah halaman uji terlihat benar, lalu hitung apakah jumlah label sama dengan jumlah pengiriman yang dicentang.
Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat, dan pilihan pickup atau drop off tergantung layanan; ada layanan yang hanya bisa dijemput kurir. Jangan mengandalkan urutan label yang keluar. Cocokkan setiap label dengan paketnya berdasarkan nama penerima dan kota, bukan berdasarkan posisi tumpukan.
Pengaturan printer apa yang sering bikin label terpotong?
Banyak masalah cetak berasal dari dialog cetak browser, bukan dari labelnya. Saat mencetak puluhan label, satu pengaturan yang salah langsung berlipat menjadi puluhan label rusak.
Tabel berikut merangkum gejala yang paling sering muncul saat mencetak banyak label sekaligus.
| Gejala | Penyebab yang umum | Perbaikan |
|---|---|---|
| Label mengecil di tengah kertas | Ukuran kertas masih A4 atau Letter | Pilih ukuran kertas sesuai gulungan 100 mm |
| Sisi label terpotong | Skala diatur menyesuaikan halaman atau margin aktif | Skala 100%, margin tidak ada |
| Tanggal dan alamat situs ikut tercetak | Header dan footer browser menyala | Matikan header dan footer |
| Label tercetak menyamping | Orientasi lanskap | Pilih orientasi potret |
| Cetakan pudar di label terakhir | Gulungan hampir habis atau kertas lama | Ganti gulungan sebelum sesi besar |
Simpan pengaturan yang sudah benar sebagai bawaan di browser atau driver printer. Dengan begitu, sesi cetak berikutnya cukup memastikan gulungan terpasang.
Bagaimana alur packing agar label tidak tertukar?
Kunci alurnya adalah batch kecil per kurir, dan label baru dicetak setelah paket tertutup. Paket yang sudah berlabel tetapi isinya belum dicek adalah sumber utama kiriman tertukar.
Tabel berikut merangkum alur meja packing untuk satu sesi.
| Tahap | Yang dicek |
|---|---|
| 1. Rekap pesanan | Daftar pesanan dari toko, marketplace, atau chat sudah final, termasuk varian dan jumlah |
| 2. Packing dan tutup paket | Isi sesuai pesanan, tempel kertas kecil bertuliskan nama pembeli di atas kardus |
| 3. Cetak batch per kurir | Jumlah label sama dengan jumlah paket untuk kurir itu |
| 4. Cocokkan dan tempel | Nama penerima dan kota di label sama dengan kertas nama di kardus |
| 5. Kelompokkan | Paket dipisah per kurir dan per cara serah, pickup atau drop off |
| 6. Serahkan | Jumlah paket yang diserahkan sama dengan jumlah resi yang dibuat |
Pemisahan per kurir memudahkan serah terima, terutama bila sebagian paket dijemput dan sebagian kamu antar sendiri ke gerai. Pertimbangan memilih keduanya ada di artikel pickup atau drop off paket.
Kapan sebaiknya mencetak label dalam sehari?
Waktu yang paling pas adalah setelah batas pesanan harian ditutup dan sebelum jadwal penyerahan ke kurir. Mencetak label setiap kali ada pesanan masuk justru memecah fokus dan memperbesar peluang label tertukar.
Salah satu pola yang praktis untuk toko kecil adalah dua sesi sehari. Sesi pagi untuk pesanan yang masuk sejak sore kemarin, sesi siang untuk pesanan yang masuk pagi itu. Umumkan jam batas pesanan ke pembeli, misalnya “pesanan yang dibayar sebelum pukul 11.00 dikirim hari ini”, agar sesi packing tidak terus bertambah.
Kalau memilih pickup, tentukan slot penjemputan saat membuat resi, lalu hitung mundur: semua paket harus sudah tertutup, berlabel, dan dikelompokkan sebelum kurir datang. Kalau memilih drop off, cetak dan tempel semua label sebelum berangkat ke gerai, bukan di meja gerai.
Selama Ramadan, sesuaikan sesi dengan ritme rumah. Kamu bisa memindahkan sesi packing ke pagi hari setelah sahur, saat tenaga masih penuh, dan menyisakan sore untuk membalas chat menjelang berbuka.
Kesalahan yang sering terjadi
- Label menempel di sambungan lakban atau lipatan kardus. Label bisa robek saat kardus tertekan dan kode QR terlipat. Tempel di sisi terbesar yang rata.
- Kode QR tertutup lakban mengkilap. Lakban bening memantulkan cahaya sehingga pemindai kesulitan membaca. Kalau ingin melindungi label, lakban hanya bagian tepinya.
- Label lama tidak dilepas dari kardus bekas. Dua label di satu paket bisa membuat paket diproses ke alamat yang salah. Lepas atau tutup label lama sepenuhnya.
- Mencetak ulang satu batch karena satu label rusak. Cukup cetak ulang label pengiriman yang bermasalah agar tidak ada label ganda.
- Kertas thermal disimpan di tempat panas. Kertas peka panas bisa menghitam atau memudar bila terkena panas dan sinar matahari. Simpan gulungan di tempat sejuk.
- Alamat tidak lengkap sejak awal. Label yang rapi tidak menolong alamat yang salah. Pastikan data penerima sudah benar dengan panduan menulis alamat pengiriman yang lengkap.
Intinya
- Cetak label massal tersedia di OngkirHub App (beta) sejak 5 Februari 2026: pilih beberapa pengiriman, cetak sekaligus.
- Atur dialog cetak sekali: kertas 100 mm, skala 100%, tanpa margin, header dan footer mati.
- Cetak halaman uji sebelum sesi besar dan ganti gulungan yang hampir habis.
- Cetak per kurir setelah paket tertutup, lalu cocokkan label dengan nama di kardus sebelum menempel.