Jawaban singkat: Untuk nilai barang asuransi pengiriman, isi sesuai harga jual atau nota pembelian, bukan perkiraan asal. Di OngkirHub App (beta), biaya asuransi dihitung per kurir dari nilai itu dan tampil sebelum kamu konfirmasi. Simpan nota, foto kondisi barang, dan video packing sebagai bukti bila nanti ada masalah.

Sejak 21 Juli 2026, OngkirHub App (beta) punya asuransi pengiriman opsional per resi. Setelah memutuskan memakai asuransi, pertanyaan berikutnya bukan lagi “perlu atau tidak”, melainkan “nilai barangnya diisi berapa?”. Panduan ini menjawab pertanyaan itu untuk penjual elektronik, jam tangan, barang koleksi, dan barang bernilai lain. Kalau kamu masih menimbang perlu tidaknya asuransi, baca dulu asuransi pengiriman wajib atau opsional.

Kenapa nilai barang penting?

Nilai barang adalah angka yang kamu nyatakan sebagai harga barang di dalam paket. Angka ini punya dua peran sekaligus.

Pertama, nilai barang menjadi dasar biaya asuransi. Semakin tinggi nilai yang diisi, umumnya semakin tinggi pula biaya asuransinya. Kedua, nilai barang menjadi salah satu acuan bila paket bermasalah, misalnya hilang atau rusak. Penilaian dan penggantiannya mengikuti ketentuan kurir dan asuransi, termasuk kecocokan nilai itu dengan bukti yang kamu punya.

Karena itu, mengisi nilai barang bukan soal mencari angka paling hemat atau paling aman. Yang dicari adalah angka yang jujur dan bisa dibuktikan.

Cara menentukan nilai barang asuransi pengiriman

Lima langkah berikut bisa kamu pakai untuk hampir semua jenis barang.

  1. Pakai harga yang benar-benar dibayar pembeli untuk barang itu. Untuk barang yang bukan hasil penjualan, pakai nota pembelian atau dokumen nilai lain.
  2. Pisahkan ongkos kirim (ongkir), biaya packing, dan biaya layanan lain dari nilai barang.
  3. Isi angka apa adanya, tanpa menaikkan atau menurunkannya.
  4. Simpan bukti nilai, misalnya invoice, tangkapan layar pesanan, atau chat kesepakatan harga.
  5. Cek ulang angka di rincian biaya sebelum menekan konfirmasi, terutama jumlah nolnya.

Langkah kelima terdengar sepele, tetapi salah ketik satu nol mengubah biaya asuransi dan dasar penilaian secara drastis. Biasakan membaca ulang angka itu sebelum menekan konfirmasi.

Contoh menentukan nilai barang

Tabel berikut berisi contoh dengan angka bulat, bukan tarif atau ketentuan resmi. Tujuannya menunjukkan angka mana yang dipakai dan bukti apa yang disimpan.

Situasi (contoh) Angka yang tersedia Nilai barang yang diisi Bukti yang disimpan
Jual kamera bekas Dibeli Rp4.000.000, dijual Rp4.500.000, ongkir Rp30.000 Rp4.500.000 Invoice penjualan, chat kesepakatan, foto nomor seri
Jual jam tangan dengan diskon Harga katalog Rp2.000.000, dibayar Rp1.800.000 Rp1.800.000 Bukti pembayaran pembeli
Kirim laptop ke tempat servis Nota pembelian Rp8.000.000 Sesuai nilai yang bisa kamu buktikan, dengan nota Nota pembelian, foto kondisi sebelum dikirim
Paket berisi beberapa barang Tiga item, total dibayar Rp900.000 Rp900.000 untuk satu resi Rincian pesanan per item

Perhatikan bahwa ongkir Rp30.000 pada contoh pertama tidak ikut dijumlahkan. Pada contoh ketiga, barang yang sudah dipakai bisa saja dinilai berbeda dari nota awalnya saat ada masalah, jadi simpan juga foto kondisi terkini. Teknik mendokumentasikan barang elektronik dibahas di panduan kirim kamera dan lensa.

Bukti apa saja yang perlu disimpan?

Bukti adalah pasangan dari nilai barang. Tanpa bukti, nilai yang kamu isi sulit dicocokkan dengan kondisi sebenarnya bila paket bermasalah. Siapkan bukti berikut sebelum paket diserahkan ke kurir:

  • Bukti nilai. Nota pembelian, invoice penjualan, atau tangkapan layar pesanan yang menunjukkan harga.
  • Bukti kesepakatan. Chat dengan pembeli yang memuat barang, harga, dan kondisi yang disepakati.
  • Bukti kondisi. Foto barang dari beberapa sisi, termasuk nomor seri dan cacat kecil yang sudah ada.
  • Bukti packing. Video dari barang masuk kardus sampai kardus disegel, tanpa potongan.
  • Bukti serah terima. Foto paket di timbangan dan foto label yang sudah ditempel.

Simpan semuanya dalam satu folder yang dinamai dengan nomor resi. Kebiasaan ini hanya butuh waktu singkat per paket, tetapi menghemat banyak waktu saat kamu harus menjelaskan sebuah kejadian ke pembeli atau ke kurir. Simpan foldernya setidaknya sampai pembeli mengonfirmasi barang diterima dalam kondisi baik.

Kapan asuransi layak dipilih?

Asuransi pengiriman bersifat opsional, jadi keputusannya kembali ke nilai dan risiko barangmu. Tabel berikut memakai contoh nilai bulat, bukan batas resmi dari kurir mana pun.

Nilai barang (contoh) Risiko Saran
Kecil, misalnya Rp50.000 Rendah, barang mudah diganti Asuransi opsional, kemasan yang baik sering sudah cukup
Menengah, misalnya Rp500.000 Rapuh, mudah penyok, atau sulit dicari Pertimbangkan, terutama untuk kiriman jauh
Tinggi, misalnya Rp5.000.000 Elektronik, jam tangan, barang langka Umumnya layak dipertimbangkan

Tanpa asuransi, kompensasi kurir untuk paket hilang atau rusak umumnya terbatas dan bisa jauh di bawah nilai barang, jadi cek ketentuan resmi kurir. Siapa yang bertanggung jawab dalam kasus seperti itu dijelaskan di artikel paket hilang siapa yang tanggung jawab.

Cara menambahkan asuransi di OngkirHub App (beta)

Asuransi diaktifkan per resi saat kamu membuat pengiriman di OngkirHub App (beta).

  1. Buat resi seperti biasa: isi data pengirim, penerima, dan berat, lalu pilih kurir dan layanan.
  2. Isi nilai barang sesuai langkah di atas.
  3. Aktifkan asuransi pengiriman untuk resi tersebut.
  4. Periksa rincian biaya, karena biaya asuransi dihitung per kurir dari nilai barang dan tampil sebelum konfirmasi.
  5. Konfirmasi resi, lalu bayar dari saldo atau langsung per resi.

Karena asuransi dipilih per resi, kamu tidak harus mengasuransikan semua paket. Penjual yang mengirim puluhan paket sehari bisa mengaktifkannya hanya untuk pesanan bernilai tinggi atau barang rapuh, dan membiarkan pesanan kecil tanpa asuransi.

Harga final terkunci saat kamu konfirmasi, jadi angka di rincian biaya adalah angka yang kamu bayar. OngkirHub App (beta) tidak memungut biaya layanan. Kamu membayar ongkir kurir, asuransi bila dipilih, dan biaya payment gateway saat top-up atau bayar per resi. Catatan perubahan fitur bisa kamu pantau di halaman Changelog.

Kesalahan apa yang sering terjadi saat mengisi nilai barang?

Masalah nilai barang sering berawal dari kebiasaan mengisi cepat tanpa berpikir.

  • Nilai barang asal isi. Angka bulat yang tidak ada hubungannya dengan transaksi membuat biaya tidak tepat dan sulit dicocokkan dengan bukti.
  • Menurunkan nilai supaya biaya lebih murah. Biaya memang turun, tetapi nilai yang dinyatakan jadi tidak menggambarkan barang sebenarnya.
  • Menaikkan nilai dengan harapan penggantian lebih besar. Penilaian tetap mengikuti ketentuan kurir dan asuransi serta bukti yang ada.
  • Tidak menyimpan nota atau invoice. Tanpa bukti, nilai yang kamu isi hanya berupa angka.
  • Menganggap asuransi menjamin penggantian. Asuransi membantu, tetapi keputusan akhirnya tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
  • Lupa memeriksa kemasan. Asuransi tidak menggantikan packing yang baik. Barang yang dikemas seadanya tetap lebih berisiko rusak.

Intinya

  • Isi nilai barang sesuai harga yang dibayar pembeli atau nota, tanpa ongkir.
  • Jangan menaikkan atau menurunkan nilai, dan simpan buktinya.
  • Biaya asuransi di OngkirHub App (beta) dihitung per kurir dari nilai barang dan tampil sebelum konfirmasi.
  • Asuransi paling layak untuk barang bernilai tinggi, rapuh, atau sulit diganti.