Jawaban singkat: Di marketplace, gratis ongkir ditanggung platform, penjual lewat biaya program, atau gabungan keduanya, tergantung program yang kamu ikuti. Baca ketentuan programnya di Seller Center, lalu hitung dampaknya per pesanan bersama komisi dan biaya Rp1.250 per pesanan. Aturan pos komersial dalam Permenkomdigi 8/2025 tidak membatasi promo gratis ongkir dari platform.
Pembeli melihat label gratis ongkir, tetapi kurir tetap dibayar penuh untuk setiap paket. Pertanyaan “gratis ongkir ditanggung siapa” biasanya baru muncul ketika penjual membaca rincian penghasilan dan menemukan potongan yang tidak dikenali. Tulisan ini membahas program gratis ongkir marketplace dari sisi penjual: dari mana biayanya, cara memasukkannya ke hitungan margin, dan satu mitos yang masih sering beredar.
Gratis ongkir ditanggung siapa di marketplace?
Umumnya ada tiga pihak yang ikut menanggung, dengan porsi berbeda per program dan per platform.
- Platform. Marketplace memberi subsidi ongkir dari anggaran promosinya, dengan syarat dan batas yang ditetapkan tiap program.
- Penjual. Penjual yang ikut program membayar biaya layanan program, umumnya berupa persentase dari harga jual atau nominal tertentu, yang dipotong dari penghasilan pesanan.
- Pembeli. Pembeli ikut menanggung lewat syarat minimum belanja, atau membayar selisih bila ongkir melebihi batas subsidi.
Ada juga biaya per pesanan yang terkait dengan logistik. Menurut Tokopedia yang dikutip Fortune Indonesia pada 5 Agustus 2025, biaya Rp1.250 per pesanan di Tokopedia dan TikTok Shop ditujukan untuk memperluas program ongkos kirim dan meningkatkan layanan logistik.
Cara paling cepat melihat pembagiannya adalah membuka rincian penghasilan satu pesanan yang sudah selesai. Umumnya di sana tercantum ongkir yang dibayar pembeli, subsidi dari platform bila ada, dan potongan biaya layanan yang dibebankan ke penjual. Bandingkan beberapa pesanan dengan nilai dan tujuan berbeda supaya polanya terlihat.
Persentase biaya program berbeda antarplatform, antarjenis penjual, dan bisa berubah sewaktu-waktu. Angka resminya hanya bisa dipastikan dari halaman ketentuan program di Seller Center, bukan dari tangkapan layar di grup penjual. Cek ulang di Seller Center sebelum memutuskan.
Apakah gratis ongkir dibatasi 3 hari?
Tidak, untuk promo gratis ongkir dari marketplace. Batas 3 hari yang ramai dibicarakan sejak Mei 2025 berasal dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial, diundangkan 14 Mei 2025, dan subjeknya adalah penyelenggara pos, bukan platform.
Pasal 45 aturan itu membolehkan kurir memberi potongan tarif sepanjang tahun selama tarif setelah potongan tidak di bawah biaya pokok layanan. Potongan yang membuat tarif di bawah biaya pokok hanya boleh untuk kurun tertentu, paling lama 3 hari dalam satu bulan.
Dirjen Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menegaskan aturan itu “tidak menyentuh ranah promosi gratis ongkir oleh e-commerce”, dan subsidi dari platform adalah “hak mereka sepenuhnya”, seperti dilaporkan detikInet pada 20 Mei 2025. Ulasan lengkap pasal-pasalnya ada di artikel Permenkomdigi 8/2025 soal gratis ongkir.
Cara menghitung dampak gratis ongkir ke margin
Hitung per produk, bukan per toko, karena dampaknya berbeda jauh antara barang murah dan barang mahal.
- Catat harga jual dan HPP (harga pokok produk) untuk setiap produk.
- Buka ketentuan program di Seller Center, lalu catat besar biaya program, cara menghitungnya, dan ada tidaknya batas maksimal.
- Catat komisi atau biaya admin sesuai kategori produk. Cara menghitung ulang biaya admin dibahas di biaya admin Shopee 2026.
- Tambahkan biaya per pesanan Rp1.250: biaya proses pesanan Shopee berlaku sejak 20 Juli 2025, sedangkan Tokopedia dan TikTok Shop sejak 11 Agustus 2025. Menurut Kontan (3 Juli 2025), biaya Shopee ini dihitung per pesanan selesai, bukan per item, dan penjual Non-Star baru dikecualikan untuk 50 pesanan pertama.
- Hitung margin bersih dengan rumus: harga jual dikurangi HPP, komisi, biaya program, dan biaya per pesanan.
- Bandingkan dengan dan tanpa program, lalu putuskan produk mana yang layak diikutkan.
Contoh hitungan
Contoh berikut memakai angka bulat hipotetis, bukan tarif resmi: komisi 8%, biaya program 5%, dan biaya per pesanan Rp1.250 sesuai biaya Shopee per 20 Juli 2025.
| Produk (contoh) | Margin dengan program | Margin tanpa program | Porsi Rp1.250 dari harga |
|---|---|---|---|
| Harga Rp30.000, HPP Rp18.000 | Rp6.850 (22,8%) | Rp8.350 (27,8%) | 4,2% |
| Harga Rp500.000, HPP Rp380.000 | Rp53.750 (10,8%) | Rp78.750 (15,8%) | 0,25% |
Hitungan baris pertama dengan program: Rp30.000 dikurangi HPP Rp18.000, komisi Rp2.400, biaya program Rp1.500, dan biaya per pesanan Rp1.250, hasilnya Rp6.850.
Untuk produk Rp30.000, biaya program hanya Rp1.500 per pesanan, tetapi biaya tetap Rp1.250 sudah memakan 4,2% harga jual. Produk murah seperti ini cepat tergerus kalau ada diskon tambahan atau retur.
Untuk produk Rp500.000, biaya program yang sama 5% berarti Rp25.000 per pesanan. Label gratis ongkir baru sepadan bila tambahan penjualannya cukup untuk menutup Rp25.000 di setiap pesanan, dan itu hanya bisa dilihat dari data tokomu sendiri, misalnya dengan membandingkan penjualan sebulan sebelum dan sesudah ikut program.
Titik impasnya bisa dihitung dengan membagi margin tanpa program dengan margin dengan program. Pada contoh produk Rp30.000, Rp8.350 dibagi Rp6.850 hasilnya sekitar 1,22, jadi kamu butuh kira-kira 22% pesanan tambahan agar total margin sama. Pada produk Rp500.000, Rp78.750 dibagi Rp53.750 hasilnya sekitar 1,47, artinya butuh kira-kira 47% pesanan tambahan. Kalau program tidak mendatangkan tambahan sebesar itu, keikutsertaan justru mengurangi laba.
Bagaimana dengan pesanan di luar marketplace?
Di luar marketplace, kamu sendiri yang memutuskan siapa menanggung ongkir. Pesanan dari WhatsApp, Instagram, atau toko online sendiri tidak punya subsidi platform, jadi setiap promo gratis ongkir keluar dari margin kamu.
Pilihan modelnya, dari ongkir ditanggung penuh sampai minimum belanja, sudah diulas di strategi gratis ongkir untuk toko online sendiri. Sebelum menentukan batas minimum belanja atau subsidi, bandingkan estimasi ongkir ke kota tujuan pembeli terbanyak di cek ongkir OngkirHub, lalu urutkan dari harga terendah. Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat.
Kesalahan yang sering terjadi
Kesalahan di bawah ini umumnya baru ketahuan saat rekap bulanan, ketika margin sudah terlanjur tergerus.
- Mengikutkan semua produk ke program tanpa menghitung produk murah satu per satu.
- Lupa biaya per pesanan. Rp1.250 terlihat kecil, tetapi terasa pada produk di bawah Rp50.000.
- Mengira biaya program sama dengan ongkir sebenarnya. Biaya program adalah biaya keikutsertaan, bukan tagihan kurir untuk paket tertentu.
- Menaikkan harga diam-diam untuk menutup biaya, padahal pembeli mudah membandingkan harga antartoko.
- Tidak membaca ulang ketentuan ketika platform mengumumkan perubahan biaya.
- Menunda promo karena mitos 3 hari, padahal batas itu tidak berlaku untuk subsidi platform.