Jawaban singkat: Setahun OngkirHub jatuh pada 6 Januari 2026. Tidak ada fitur baru hari ini, tetapi dalam setahun alat kami berkembang: cek ongkir untuk enam kurir, cek resi J&T Express dan AnterAja ditambah resi yang dibuat lewat OngkirHub, serta OngkirHub App (beta) untuk membuat resi, membayar dari saldo, dan mencetak label thermal.

Tepat setahun lalu, 6 Januari 2025, OngkirHub dibuka dengan dua alat sederhana: cek ongkir dan cek resi, gratis dan tanpa daftar. Sejak itu hampir setiap bulan ada pembaruan kecil yang kami catat di halaman Changelog. Di momen setahun OngkirHub ini, kami merangkum semuanya dari sisi penjual: apa yang bisa kamu pakai hari ini dan apa batasannya.

Apa yang baru setelah setahun OngkirHub?

Hari ini tidak ada fitur baru yang dirilis. Yang berubah selama setahun adalah alat yang bisa kamu pakai, dan tabel berikut merangkum sebelas pembaruan yang tercatat sejak peluncuran.

Tanggal Pembaruan Yang bisa kamu lakukan
6 Januari 2025 Cek ongkir, cek resi, dan blog dibuka Bandingkan estimasi ongkir JNE, J&T Express, SiCepat, AnterAja, POS Indonesia, dan Paxel dalam satu pencarian, dengan tujuan sampai tingkat kelurahan
10 Februari 2025 Urutkan dan saring hasil Urutkan dari harga terendah atau estimasi tercepat, saring per kurir, dan pakai pilihan berat cepat 0,5 sampai 10 kg
17 Maret 2025 Link hasil cek resi Kirim link lacak ke pembeli, berlaku 3 hari dan tidak diindeks mesin pencari
21 April 2025 Status dalam empat langkah Baca tahapan paket dan riwayat per hari dengan istilah sehari-hari
19 Mei 2025 Halaman rute Simpan link permanen untuk rute dan berat yang sering kamu cek
23 Juni 2025 Halaman per kurir Buka cek ongkir khusus satu kurir, serta halaman cek resi J&T Express dan AnterAja
21 Juli 2025 Direktori kurir Baca profil singkat, jenis layanan, dan tautan resmi tiap kurir di cek ongkir
8 September 2025 Ringkasan rute di hasil lacak Lihat kota asal, kota tujuan, layanan, dan status terakhir di bagian atas, bila datanya tersedia dari kurir
20 Oktober 2025 Pusat Bantuan Cari jawaban pertanyaan umum soal cek ongkir, cek resi, dan arti status paket
17 November 2025 Pencarian lokasi lebih cepat Ketik minimal 3 huruf nama kecamatan, kelurahan, atau kode pos, dan lihat waktu pembaruan harga
17 Desember 2025 OngkirHub App (beta) Buat resi online, bayar dari saldo, dan cetak label thermal 100 mm

Pembaruan terakhir adalah yang paling besar: untuk pertama kalinya kamu bisa menyelesaikan pengiriman dari cek ongkir sampai label tertempel tanpa membuka akun di tiap kurir. Rinciannya ada di kabar OngkirHub App (beta) hadir.

Cara memakainya

Alat-alat ini bisa kamu pakai bertahap, mulai dari yang tanpa akun sampai yang perlu daftar.

  1. Bandingkan ongkir di cek ongkir: pilih kota asal, ketik tujuan sampai kelurahan atau kode pos, isi berat, lalu urutkan hasilnya.
  2. Lacak paket di cek resi dengan menempelkan nomor resi J&T Express, AnterAja, atau resi yang dibuat lewat OngkirHub App (beta), lalu bagikan link hasilnya ke pembeli.
  3. Daftar OngkirHub App (beta) dengan email dan masukkan kode OTP yang dikirim ke email tersebut.
  4. Isi saldo lewat QRIS atau virtual account mulai Rp10.000. Biaya payment gateway tampil sebelum kamu membayar, dan setiap mutasi tercatat di riwayat saldo.
  5. Buat resi JNE, J&T Express, SiCepat, atau POS Indonesia, lalu pilih pickup terjadwal atau drop off ke gerai sesuai layanan. Harga final terkunci saat kamu konfirmasi.
  6. Cetak label thermal 100 mm dengan kode QR langsung dari browser, tempel di paket, lalu pantau resinya dari dashboard.

Gambaran lengkap alur aplikasi ada di halaman kirim paket, dan cara menyiapkan label sebelum cetak dibahas di cara membuat label pengiriman paket.

Untuk siapa fitur ini?

Untuk penjual yang mengirim paket sendiri dan ingin membandingkan kurir sebelum memilih. Alat yang sama dipakai dengan tujuan yang berbeda.

  • UMKM yang jualan online dan offline: hitung ongkir sebelum menentukan harga, lalu cetak label sendiri tanpa menulis alamat satu per satu di gerai.
  • Penjual media sosial: jawab pertanyaan “ongkirnya berapa?” di chat dengan angka dari cek ongkir, lalu kirim link lacak setelah paket jalan.
  • Dropshipper: hitung margin setelah ongkir dan kirim link status ke pembeli, bukan tangkapan layar.
  • Toko online kecil dengan pengiriman harian: buat resi beberapa kurir dari satu saldo, lalu cetak label tiap resi dari browser yang sama.

Batasan yang perlu kamu tahu

Pahami batasan berikut sebelum mengandalkan OngkirHub untuk operasional harian.

  • Harga cek ongkir adalah estimasi. Harga final baru terkunci saat kamu mengonfirmasi resi di OngkirHub App (beta).
  • Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat. Kota asal dipilih dari daftar kota asal yang didukung, dan pilihan pickup atau drop off juga tergantung layanan.
  • Cek resi tidak mencakup semua resi. Cek resi publik mendukung J&T Express dan AnterAja dari platform mana pun, serta resi yang dibuat lewat OngkirHub App (beta). Resi JNE, SiCepat, POS Indonesia, dan Paxel yang dibuat di luar OngkirHub tidak bisa dilacak di sini, jadi gunakan kanal resmi kurirnya.
  • Status mengikuti data kurir. Riwayat paket diperbarui berkala, dan ringkasan rute hanya tampil bila datanya tersedia dari kurir.
  • Aplikasi masih beta. Kalau menemukan kendala, laporkan lewat halaman kontak.

Berapa biayanya?

Cek ongkir dan cek resi gratis, tanpa perlu daftar. OngkirHub App (beta) tanpa biaya layanan: kamu membayar ongkir kurir dan biaya payment gateway saat top-up, dengan top-up minimum Rp10.000.

Terima kasih sudah memakai OngkirHub selama setahun pertama. Pembaruan berikutnya akan kami umumkan di halaman Changelog.

OngkirHub adalah layanan asal Indonesia yang mulai beroperasi pada Januari 2025. OngkirHub menyediakan cek ongkir dan cek resi gratis, serta OngkirHub App (beta) untuk membuat resi online, membayar dari saldo, dan mencetak label pengiriman.