Jawaban singkat: Ekspedisi luar negeri untuk UMKM umumnya terbagi tiga: layanan internasional kurir seperti J&T International Standard Express, yang diumumkan J&T pada November 2021; layanan lintas batas seperti Ninja Xpress ke Malaysia dan Singapura; serta layanan pos. Sebelum memilih, tanyakan dokumen yang diminta, barang yang dibatasi, dan siapa yang membayar bea serta pajak di negara tujuan.

Pesanan pertama dari luar negeri bisa datang tanpa direncanakan, misalnya dari pembeli di Malaysia yang melihat video produkmu atau reseller di Singapura yang bertanya lewat DM. Sebelum menyanggupi, kamu perlu tahu jenis ekspedisi luar negeri yang tersedia dan apa saja yang akan ditanyakan petugas. Satu catatan sejak awal: OngkirHub tidak menyediakan pengiriman internasional, jadi tulisan ini adalah orientasi atas pilihan yang tersedia di kurir dan kantor pos.

Apa saja pilihan ekspedisi luar negeri untuk UMKM?

Pilihan untuk UMKM bisa dikelompokkan menurut jenis penyedianya. Tabel berikut memakai contoh yang pernah diumumkan atau diberitakan, beserta tanggalnya, karena layanan internasional cepat berubah.

Pilihan Contoh Catatan
Layanan internasional kurir J&T International Standard Express Pada pengumuman 2 November 2021, negara awalnya Singapura, Thailand, Malaysia, dan China, dan ongkir tidak termasuk bea dan pajak. Daftar negara dan syaratnya bisa sudah berubah
Layanan lintas batas kurir domestik Ninja Xpress ke Malaysia dan Singapura Menurut TIMES Indonesia (2 Oktober 2025), bisa dikirim dari seluruh mitra di Jabodetabek dan Jawa Barat, sebelumnya terpusat di Jakarta
Cabang kurir di negara tujuan Lion Parcel di Malaysia Kontan (3 Februari 2026) melaporkan cabang operasional dengan fokus pengiriman dari Indonesia ke Malaysia
Layanan pos Kantor pos Tanyakan jenis layanan internasional dan syaratnya langsung di kantor pos
Rencana layanan baru SiCepat Republika (4 Maret 2026) melaporkan rencana pengiriman internasional yang dijadwalkan beroperasi mulai kuartal II 2026, tanpa menyebut negara tujuan

Untuk membandingkan pilihan-pilihan ini, lihat dari empat sisi: negara tujuan yang benar-benar dilayani, kota asal tempat paket bisa diserahkan atau dijemput, siapa yang mengurus kepabeanan, dan sampai titik mana paket bisa dilacak. Harga baru masuk akal dibandingkan setelah keempat hal itu jelas.

Profil layanan pos untuk penjual online ada di artikel layanan Pos Indonesia, sedangkan arah baru SiCepat dibahas di transformasi SiCepat ke B2B dan internasional. Profil J&T Express, SiCepat, dan POS Indonesia sebagai kurir domestik ada di direktori kurir; layanan internasionalnya tetap perlu ditanyakan langsung ke kurir.

Dokumen dan informasi apa yang biasanya diminta?

Yang diminta pada dasarnya adalah data untuk kepabeanan. Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 4 Tahun 2025, diundangkan 3 Februari 2025, yang mengubah PMK 96/2023 tentang barang kiriman, penyelenggara pos mengurus pemenuhan kewajiban pabean atas ekspor barang kiriman, sementara pengirim bertindak sebagai eksportir.

Untuk kiriman dengan berat kotor sampai 30 kg atau pengirim yang bukan badan usaha, penyelenggara pos menyampaikan consignment note (CN) ke Bea Cukai. Kiriman di atas 30 kg pada umumnya memakai pemberitahuan ekspor barang (PEB). Untuk pengirim bukan badan usaha, aturan itu juga menyebut CN, jadi tanyakan ke penyedia layanan dokumen mana yang berlaku untuk kirimanmu. Data yang tercantum di CN antara lain:

  • negara tujuan, berat kotor, dan jumlah kemasan;
  • uraian dan jenis barang, kode HS, serta harga FOB;
  • nomor dan tanggal invoice bila barang hasil jual beli;
  • NPWP atau NIK pengirim;
  • nama dan alamat penerima.

Karena itu, siapkan invoice atau proforma invoice, packing list, dan uraian barang yang jujur sebelum datang ke gerai. Tulis uraian yang spesifik, misalnya “kaus katun dewasa, 3 potong” atau “keripik singkong kemasan 200 gram, 10 bungkus”, bukan sekadar “pakaian” atau “makanan”. Uraian yang samar membuat petugas sulit menentukan jenis barang dan bisa memperlambat pemeriksaan. Pengumuman J&T International Standard Express tahun 2021 juga menyebut dokumen serupa, seperti invoice, bukti pembelian, proforma invoice, dan packing list. Ulasan kami tentang PMK 4/2025 untuk barang kiriman membahas sisi impornya; ketentuan ekspor di atas berasal dari Pasal 43 dan 44 aturan yang sama.

Barang apa yang sering dibatasi?

Daftarnya berbeda per kurir dan per negara tujuan, dan bisa berubah. Karena itu, jangan mengandalkan daftar dari grup penjual atau pengalaman pengiriman orang lain.

PMK 4/2025 menegaskan bahwa barang yang dilarang atau dibatasi ekspornya baru boleh dikirim setelah eksportir memenuhi ketentuan larangan atau pembatasan tersebut, dan tanggung jawabnya ada pada eksportir. Di sisi lain, negara tujuan punya aturan impor sendiri yang bisa menolak barang di perbatasan.

Ajukan tiga pertanyaan ini ke penyedia layanan sebelum menerima pesanan:

  • Apakah produk ini diterima untuk negara tujuan tersebut?
  • Apakah perlu izin, sertifikat, atau label tambahan?
  • Apakah ada syarat kemasan khusus untuk jenis barang ini?

Bagaimana dengan pajak dan bea di negara tujuan?

Bea masuk dan pajak di negara tujuan mengikuti aturan negara itu, dan pada banyak layanan tidak termasuk ongkir. Pada pengumuman J&T International Standard Express, misalnya, ongkir disebut tidak termasuk bea dan pajak.

Yang perlu kamu pastikan sebelum mengirim adalah siapa yang membayar bea tersebut, pengirim atau penerima, dan bagaimana cara membayarnya. Sepakati dengan pembeli sejak awal agar paket tidak tertahan karena penerima menolak membayar.

Kebijakan dagang juga bisa berubah cepat. Contohnya pada Juli 2025: menurut Sekretariat Kabinet (17 Juli 2025), presiden Indonesia dan presiden Amerika Serikat sepakat dalam percakapan telepon pada 15 Juli 2025 untuk menurunkan tarif impor atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%. Dampaknya saat itu bagi UMKM dibahas di tarif AS 19% untuk produk Indonesia. Kesepakatan seperti ini masih bisa berubah setelah diumumkan, jadi jangan memakai angka 19% sebagai tarif yang pasti berlaku; cek status terbaru di kanal resmi Kementerian Perdagangan atau Bea Cukai sebelum menerima pesanan besar.

Cara memulai dengan kiriman kecil

Mulailah dari skala yang kecil supaya kesalahan dokumen atau kemasan tidak mahal. Urutan berikut bisa dipakai untuk pengiriman pertama.

  1. Pilih satu negara dan satu produk yang tidak termasuk barang bermasalah dan sudah sering kamu kirim di dalam negeri.
  2. Tanyakan ke dua atau tiga penyedia soal dokumen, barang yang dibatasi, siapa yang membayar bea, estimasi waktu, pelacakan, dan ketentuan ganti rugi.
  3. Siapkan dokumen berupa invoice atau proforma invoice, packing list, dan uraian barang yang jujur beserta nilainya.
  4. Hitung harga jual baru yang memasukkan ongkir internasional dan potensi bea, lalu sepakati dengan pembeli siapa yang menanggung bea.
  5. Kemas lebih kuat daripada kiriman domestik, karena perjalanan lebih panjang dan paket bisa dibuka untuk pemeriksaan.
  6. Simpan bukti pengiriman dan nomor resi, lalu bagikan ke pembeli bersama penjelasan cara melacaknya.
  7. Catat hasilnya, dari lama perjalanan sampai kendala dokumen, sebelum menambah volume atau negara tujuan.