Jawaban singkat: Untuk memantau banyak resi yang dibuat lewat OngkirHub App (beta), pakai pencarian, saring per status, dan menu Notifikasi yang hadir sejak 28 April 2026, lalu fokus ke paket yang statusnya tidak bergerak. Resi dari marketplace atau kurir lain tetap dicek per nomor resi di cek resi OngkirHub, halaman pesanan marketplace, atau situs resmi kurir.

Saat pesanan masih belasan per hari, mengecek resi satu per satu masih masuk akal. Begitu jumlahnya puluhan, cara itu menyita waktu dan paket yang bermasalah justru mudah terlewat. Kuncinya adalah memantau pengecualian: paket yang butuh tindakan, bukan paket yang berjalan normal.

Kenapa memantau resi satu per satu tidak efisien?

Saat pengiriman berjalan lancar, umumnya sebagian besar paket bergerak sesuai estimasi dan tidak butuh perhatian. Mengecek semuanya satu per satu berarti menghabiskan waktu untuk paket yang baik-baik saja.

Sebagai contoh hitungan, kalau kamu mengirim 40 paket sehari dan butuh sekitar satu menit untuk membuka setiap resi, itu sudah 40 menit hanya untuk satu putaran cek. Lakukan tiga kali sehari, dan dua jam habis tanpa satu pun tindakan nyata.

Ada masalah lain. Saat mengecek puluhan resi berturut-turut, mata cepat lelah dan paket yang tertahan bisa terlewat di tengah daftar. Status juga diperbarui berkala mengikuti pemindaian kurir, jadi membuka resi yang sama berkali-kali dalam satu jam jarang memberi informasi baru.

Pendekatan yang lebih hemat waktu disebut memantau pengecualian. Artinya kamu hanya membuka paket yang menyimpang dari pola normal, misalnya belum dipindai, lama tidak bergerak, atau gagal diantar. Paket lain cukup dibiarkan berjalan sambil dipantau dari ringkasan.

Cara memantau banyak resi di OngkirHub App (beta)

Setiap resi yang dibuat lewat OngkirHub App (beta) bisa dilacak di aplikasi dan di halaman cek resi, untuk kurir yang bisa dipesan di aplikasi. Dengan fitur cari dan saring (sejak 14 April 2026) serta pusat notifikasi (sejak 28 April 2026), pemantauan bisa dilakukan dari satu daftar.

  1. Buka dashboard ringkasan pengiriman untuk gambaran cepat, lalu masuk ke daftar pengiriman di OngkirHub App (beta).
  2. Saring per status untuk mengelompokkan paket, lalu buka kelompok yang perlu tindakan lebih dulu.
  3. Cari pengiriman tertentu berdasarkan nomor resi, nomor order, atau nama penerima saat pembeli bertanya.
  4. Buka menu Notifikasi untuk melihat perubahan status pengiriman dan top-up sejak terakhir kamu cek.
  5. Atur sendiri notifikasi yang ingin kamu terima di halaman Pengaturan.
  6. Ekspor daftar pengiriman ke CSV di akhir minggu untuk catatan dan rekap.
  7. Bagikan hasil lacak ke pembeli lewat halaman cek resi bila perlu, karena link hasil lacak berlaku 3 hari.

Notifikasi muncul di menu Notifikasi di dalam aplikasi, jadi biasakan membukanya di jam cek yang sudah kamu tentukan. OngkirHub App (beta) tanpa biaya layanan; kamu membayar ongkir kurir dan biaya payment gateway saat top-up atau bayar per resi.

Rutinitas cek harian

Rutinitas yang tetap lebih efektif daripada mengecek setiap kali teringat. Tabel berikut adalah contoh jadwal untuk toko yang mengirim puluhan paket per hari. Jamnya hanya contoh, sesuaikan dengan jam kemas dan jam penjemputan tokomu.

Waktu (contoh) Yang dicek Tindakan
Pagi, pukul 08.00 Notifikasi sejak sore kemarin dan paket dengan status bermasalah Hubungi kurir atau pembeli, catat tindak lanjutnya
Siang, pukul 13.00 Paket yang diserahkan hari ini sudah punya pemindaian pertama Kalau belum, tanyakan ke gerai drop off atau kurir penjemput
Sore, pukul 17.00 Paket yang lama tidak mendapat pembaruan Kabari pembeli lebih dulu sebelum mereka bertanya
Akhir minggu Paket yang belum selesai dan data pengiriman seminggu Ekspor CSV, pindahkan paket yang belum selesai ke daftar minggu depan

Data ekspor mingguan juga bisa dipakai untuk menyusun rekap ongkir bulanan, jadi satu kebiasaan menghasilkan dua manfaat.

Status apa yang perlu diwaspadai?

Tidak semua status butuh tindakan. Perhatikan empat kategori berikut, dengan catatan bahwa nama statusnya bisa berbeda di tiap kurir dan di aplikasi.

  • Belum ada pemindaian pertama. Paket sudah diserahkan tetapi belum tercatat oleh kurir. Umumnya tertangani dengan menanyakan ke gerai atau kurir penjemput di hari yang sama.
  • Tidak ada pembaruan melewati estimasi. Paket bisa tertahan di gudang transit atau hub sortir. Langkah lanjutannya ada di panduan status paket tidak bergerak.
  • Gagal diantar. Biasanya karena alamat tidak ditemukan atau penerima tidak di tempat. Hubungi pembeli secepatnya untuk memastikan alamat dan waktu penerimaan.
  • Kembali ke pengirim. Paket sedang dalam perjalanan balik. Kabari pembeli, siapkan penerimaan paket, lalu putuskan apakah perlu dikirim ulang.

Dahulukan dua kategori terakhir, karena keduanya paling cepat berubah menjadi komplain kalau dibiarkan.

Untuk paket yang gagal diantar, pesan singkat ini bisa kamu sesuaikan: “Halo Kak, kurir mencatat paket Kakak belum bisa diantar hari ini. Boleh kami konfirmasi alamat lengkap dan jam Kakak bisa menerima paket? Kami teruskan ke kurir supaya pengantaran berikutnya lancar.” Setelah pembeli membalas, teruskan informasinya ke layanan pelanggan kurir dengan menyertakan nomor resi.

Bagaimana dengan resi dari marketplace dan kurir lain?

Resi yang tidak dibuat lewat OngkirHub App (beta) tidak masuk ke daftar pengiriman aplikasi. Untuk resi seperti ini, pemantauan tetap dilakukan per nomor resi.

Cek resi OngkirHub bisa dipakai gratis untuk resi J&T Express dan AnterAja dari platform mana pun, serta resi JNE dengan 5 digit terakhir nomor HP penerima. Untuk SiCepat, POS Indonesia, Paxel, dan kurir lain yang resinya dibuat di luar OngkirHub, pakai halaman pesanan di marketplace atau situs resmi kurirnya. Beberapa situs pelacakan resmi kurir menerima lebih dari satu nomor resi dalam satu pencarian. Cek ketentuannya di situs kurir masing-masing.

Supaya tetap rapi, catat resi dari luar aplikasi di satu lembar terpisah lengkap dengan tanggal kirim, lalu cek bersamaan dengan rutinitas harianmu. Kalau banyak pesananmu datang dari luar marketplace, misalnya dari chat atau toko online sendiri, membuat resinya lewat OngkirHub App (beta) membuat paket-paket itu masuk ke satu daftar pantauan.

Kesalahan yang sering terjadi

Pemantauan yang berantakan biasanya bukan karena alatnya kurang, melainkan karena kebiasaannya.

  • Menunggu pembeli komplain. Kabar yang kamu kirim lebih dulu biasanya menutup pertanyaan sebelum berubah menjadi keluhan.
  • Tidak membedakan paket baru dan paket lama. Paket yang diserahkan pagi ini wajar belum bergerak jauh. Perhatian lebih dibutuhkan paket yang sudah melewati estimasi.
  • Tidak mencatat tindak lanjut. Tanpa catatan, paket yang sama bisa ditanyakan ke kurir berulang kali oleh orang yang berbeda.
  • Memantau dari dua daftar yang tidak sinkron. Resi dari luar aplikasi dicatat di lembar terpisah, tetapi tidak dicek di jam yang sama, sehingga paket di lembar itu terlewat.