Jawaban singkat: Untuk ongkir dalam kota, layanan reguler umumnya lebih hemat dan cocok bila pembeli bisa menunggu. Same day masuk akal untuk pesanan yang ditunggu hari itu dengan paket kecil, sedangkan kurir instan sepadan untuk makanan, barang mendesak, atau jarak dekat. Tarif reguler umumnya dihitung per berat, sedangkan tarif kurir instan umumnya per jarak.

Penjual yang banyak melayani pembeli satu kota sering menghadapi dilema yang sama setiap sore. Pembeli ingin barangnya datang hari ini, padahal ongkos kirim (ongkir) instan bisa mendekati harga produknya. Ongkir dalam kota sebenarnya bisa diputuskan dengan tiga pertanyaan: seberapa mendesak, seberapa jauh, dan berapa nilai pesanannya.

Apa saja pilihan kirim dalam kota?

Ada tiga kelompok layanan, dan masing-masing bekerja dengan cara berbeda.

  • Reguler. Kurir ekspedisi menjemput paket atau menerimanya di gerai, lalu paket melewati sortir sebelum diantar. Contohnya JNE REG, J&T Express EZ, SiCepat REG, AnterAja Reguler, dan Pos Reguler.
  • Same day. Paket diantar di hari yang sama dengan batas jam pesan dan batas berat yang lebih ketat. Contohnya AnterAja Same Day, Paxel Sameday, GoSend Same Day, dan GrabExpress Same Day.
  • Kurir instan. Satu pengemudi mengambil paket dan langsung mengantarnya tanpa sortir, misalnya GoSend Instant, GrabExpress Instant, atau Lalamove.

Regulasi juga memberi patokan. Permenkomdigi Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial, yang diundangkan dan berlaku 14 Mei 2025, mengatur standar waktu tempuh hari yang sama kurang dari 6 jam di dalam kota dan kawasan aglomerasi, hari yang sama 6 sampai 12 jam, serta hari berikutnya paling lama 24 jam. Waktu dihitung sejak paket diterima kurir. Itu standar regulasi, bukan janji tiap layanan.

Apa beda layanan reguler, same day, dan kurir instan?

Tabel berikut merangkum perbedaan umum ketiganya. Angkanya gambaran umum, bukan ketentuan resmi kurir tertentu.

Layanan Cocok untuk Estimasi umum Catatan
Reguler Pesanan tidak mendesak, paket lebih berat Tergantung rute dan jam serah, lihat estimasi di hasil cek ongkir Tarif per berat, berlaku berat volumetrik
Same day Pesanan yang ditunggu hari itu, paket kecil Umumnya paling lama sekitar 8 jam untuk same day berbasis aplikasi Batas berat umumnya lebih kecil, sekitar 7 kg, dan ada batas jam pesan
Kurir instan Makanan, barang mendesak, jarak dekat Umumnya paling lama sekitar 3 jam Tarif per jarak, batas jarak di banyak layanan sekitar 40 km

Ada pengecualian. AnterAja Same Day, misalnya, umumnya bertarif berdasarkan berat, bukan jarak. Cek ulang di kanal resmi kurir sebelum mengirim, karena batas jam pesan dan batas berat bisa berubah.

Kapan kurir instan sepadan?

Kurir instan sepadan ketika kerugian akibat terlambat lebih besar daripada selisih ongkirnya. Contoh yang paling jelas adalah makanan siap santap dan kue basah, kado yang harus sampai sebelum acara, atau suku cadang yang membuat pembeli berhenti bekerja kalau terlambat datang.

Sebaliknya, kurir instan jarang sepadan untuk pesanan bernilai kecil yang tujuannya di ujung lain kota besar. Karena tarifnya per jarak, ongkirnya bisa melebihi margin produkmu.

Perhatikan juga ukuran paket. Permenkomdigi 8/2025 menyebut pengantaran dengan sepeda motor memperhatikan berat maksimal 20 kg per kiriman, tinggi muatan tidak lebih dari 90 cm dari tempat duduk pengemudi, dan lebar yang tidak melebihi stang. Barang yang lebih besar perlu layanan instan berkendaraan mobil, yang umumnya tarifnya lebih tinggi.

Cara membandingkan ongkir dalam kota sendiri

Membandingkan reguler dan same day bisa dilakukan sekali jalan, sedangkan tarif kurir instan perlu dicek di aplikasinya masing-masing.

  1. Buka cek ongkir OngkirHub, pilih kota asal dari daftar kota asal yang tersedia, lalu isi tujuan sampai tingkat kelurahan.
  2. Masukkan berat paket, atau pakai pilihan berat cepat 0,5 sampai 10 kg.
  3. Urutkan hasil berdasarkan harga atau estimasi waktu sampai. Kurir dan layanan yang muncul tergantung rute dan berat, jadi same day hanya tampil bila tersedia di rute itu.
  4. Catat harga dan estimasi layanan reguler serta same day yang muncul.
  5. Buka aplikasi kurir instan, masukkan titik jemput dan titik antar, lalu catat tarifnya.
  6. Simpan link rute hasil pencarian supaya besok kamu tinggal membukanya lagi.

Untuk memahami batas same day lebih dalam, baca juga panduan kirim paket same day dalam kota dan ulasan Paxel Sameday dan Nextday.

Contoh hitungan

Tabel berikut memakai angka bulat hipotetis untuk tiga skenario. Semua angka adalah contoh, bukan tarif resmi.

Skenario Reguler Same day Instan Pilihan yang masuk akal
Pesanan Rp80.000, jarak dekat, pembeli tidak buru-buru Rp10.000 Rp20.000 Rp30.000 Reguler, karena selisih Rp20.000 setara seperempat nilai pesanan
Pesanan Rp250.000, pembeli butuh sore ini Rp10.000 Rp20.000 Rp30.000 Instan, selisihnya kecil dibanding nilai pesanan
Kue pesanan harian, harus sampai sebelum siang Tidak cocok Berisiko lewat siang Rp30.000 Instan, karena produk tidak bisa menunggu

Polanya: makin besar nilai pesanan dan makin tinggi urgensinya, makin wajar membayar lebih untuk kecepatan. Untuk pesanan kecil yang tidak mendesak, reguler hampir selalu lebih masuk akal.

Satu kebiasaan yang membantu: tawarkan dua pilihan kepada pembeli di chat, lengkap dengan harga dan perkiraan waktunya. Misalnya, “Reguler Rp10.000 sampai besok, instan Rp30.000 sampai hari ini.” Pembeli yang memilih sendiri lebih jarang mempersoalkan ongkir.

Siapa yang menanggung selisih ongkirnya?

Ada tiga pola yang umum dipakai penjual yang banyak melayani satu kota. Pilih satu dan tulis di katalog, supaya admin tidak perlu bernegosiasi di setiap chat.

  • Pembeli membayar sesuai pilihannya. Paling sederhana dan paling transparan. Cocok untuk produk bernilai kecil dengan margin tipis.
  • Penjual menanggung sebagian. Misalnya, untuk pesanan di atas nilai tertentu, kamu menanggung sebesar tarif reguler dan pembeli menambah selisihnya kalau memilih instan. Hitung dulu dampaknya ke margin sebelum diumumkan.
  • Ongkir tetap per wilayah. Kota dibagi menjadi beberapa zona dengan ongkir tetap per zona, apa pun layanannya. Pola ini memudahkan pembeli, tapi angkanya perlu dievaluasi rutin. Cara menyusunnya ada di panduan ongkir flat per zona.

Apa pun polanya, simpan catatan ongkir aktual setiap minggu. Dari catatan itu kamu bisa melihat apakah ongkir tetap atau subsidi yang kamu berikan masih masuk akal.

Intinya

  • Reguler untuk pesanan yang bisa menunggu, same day untuk paket kecil yang ditunggu hari itu, instan untuk yang benar-benar mendesak.
  • Tarif reguler umumnya per berat, tarif instan umumnya per jarak.
  • Selalu periksa ketersediaan same day per rute, jangan dijanjikan sebelum dicek.
  • Biarkan pembeli memilih kalau selisih ongkirnya besar.